News Room, Rabu ( 08/09 ) Pemerintah Kabupaten Sumenep menyerahkan zakat fitrah pada elemen masyarakat dan organisasi keagamaan sebagai penyalur zakat fitrah. Penyerahan zakat fitrah itu dilakukan secara simbolis oleh Asisten Pembangunan dan Ekonomi Sekda Kabupaten Sumenep, Ir. H. Djasmo, M.Si pada perwakilan elemen masyarakat dan organisasi keagamaan di Gedung KORPRI, Rabu (08/09). H. Djasmo mengatakan, kegiatan ini sebagai wujud kepedulian dan partisipasi Pegawai Negeri Sipil (PNS) dilingkungan Pemerintah Kabupaten Sumenep, BUMN dan BUMD untuk menyalurkannya melalui Pemerintah Kabupaten Sumenep pada warga masyarakat yang berhak menerima, sehingga melalui penyaluran zakat fitrah ini juga sebagai upaya mempererat jalinan silaturrahmi dan kekeluargaan antara aparatur pemerintah dengan masyarakat. ”Kita sesama ummat muslim dihadapan Allah SWT sama kedudukannya, sehingga perlu dipedomani bersama bahwa zakat fitrah, infaq dan sadaqoh itu merupakan kewajiban ummat muslim yang mampu untuk mensedekahkan sebagian hartanya pada fakir miskin dan kuam dhuafa,”tegasnya. Sementara itu Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sumenep, H. Saiful Anwar, SH, M.Si menyatakan, pengumpulan zakat fitrah dari sejumlah lembaga pemerintah sebesar Rp. 64.200.000,00 atau setara dengan 9 ton 331 kilogram beras kualitas super. Hasil pengumpulan zakat fitrah tahun ini menurun sebesar Rp. 9.833.000,00, sebab pada tahun tahun lalu zakat fitrah mencapai Rp. 74.083.000,00. ”Penurunan ini akibat tidak semua BUMD di Sumenep menyerahkan zakatnya melalui Panitia Hari Besar Islam PHBI), tapi mereka langsung menyerahkannya pada warga masyarakat dan organisasi masyarakat,”ungkapnya. H. Saiful Anwar mengungkapkan, penyaluran zakat fitrah ini dilakukan melalui 155 pemohon, meliputi 36 pemohon dari masjid, panti yayasan dan pasti yatim masing-masing 75 kilogram beras, mushalla 83 pemohon, LSM dan ormas masing-maing 50 kilogram beras, langgar sebanyak 36 lembaga dan masing-masing 20 kilogram beras. Selain itu zakat fitrah juga dibagikan pada pasukan kuning, cleaning servis, abang becak, kaum dhuafa dan masyarakat tidak mampu. ”Khusus untuk Kecamatan penghimpunan zakat fitrah mencapai Rp. 96.173.000,00 dan beras 813 kilogram, dan perolehan terbanyak Kecamatan Gayam sebesar Rp. 8 juta, serta terendah Kecamatan Arjasa sebesar Rp. 527.000,00,”tambahnya. ( Yasik, Esha )