Sumenep-Kominfo News Room : Terkait dengan kekeringan air bersih yang terjadi di pulau Giliraja Kecamatan Giligenting, Pemerintah Daerah memprogramkan desalinasi (penyulingan air laut) dalam APBD tahun 2006. Ketua Komisi C DPRD Sumenep, Malik Effendy, SH memaparkan setelah mendapat masukan dari berbagai kalangan termasuk Ketua DPRD, bahwa selama ini di pulau Giliraja selalu kekurangan air bersih, apalagi ketika musim kemarau, daerah itu sangat kesulitan air bersih, akhirnya pihaknya memprogramkan pembuatan desalinasi dengan total anggaran sebesar Rp. 1,4 milyar yang peruntukannya untuk 4 Desa di pulau Giliraja. Dengan adanya desalinasi itu, masyarakat tidak akan lagi kesulitan mendapatkan air minum dan air bersih, bahkan air bersih itu bisa dikomersilkan menjadi air mineral. Malik Effendy berharap dengan adanya program desalinasi ini peristiwa penyebaran penyakit diare yang melanda masyarakat pulau Giliraja itu tidak terulang kembali dimasa mendatang. Ditempat terpisah Kepala Kantor Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kabupaten Sumenep, Drs. Moh. Fadilah mengatakan, pihaknya telah melakukan pembangunan rumah mesin desalinasi dan kemungkinan baru bisa beroperasi akhir bulan ini. Pembangunan desalinasi ini pihaknya memilih lokasi Desa Banbaru, dan untuk mensuplay air bersih ke desa yang lain akan disalurkan melalui pipa. Moh. Fadilah menerangkan, produksi air bersih desalinasi ini setiap harinya mencapai 15.000 liter air bersih, namun pihaknya mempertimbangkan untuk pembangunan desalinasi di desa yang lain, jika suplay air desalinasi itu tidak mampu memenuhi kebutuhan masyarakat setempat. ( Yasik, Esha )