Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 11-02-2006
  • 503 Kali

PEMERINTAH AKAN ALIHKAN DANA KE BANK UMUM

Sumenep-Infokom News Room : Pemerintah secara bertahap akan mengalihkan Rp.60 triliun dananya di rekening Bank Indonesia (BI) ke bank-bank umum, baik pemerintah maupun swasta. Tahap awal akan dialihkan sebesar Rp.10 triliun. “Secara bertahap bisa ditempatkan sebesar Rp.10 triliun“, kata Direktur Jenderal Perbendaharaan Departemen Keuangan, Mulia Nasution di Jakarta, Sabtu (11/02). Mulia menyebutkan, saat ini Pemerintah memiliki dana sebesar Rp.80 triliun. Dari mumlah itu, sebesar Rp.60 triliun berada di BI dan merupakan dana yang “iddle�. “Pengertian iddle adalah bahwa rekening Pemerintah di BI itu tidak menghasilkan apa-apa, tidak ada bunga yang dibayar oleh BI“, jelasnya. Menurut dia, dengan penempatan dana Pemerintah di bank umum sebesar Rp.10 triliun, Pemerintah akan memperoleh bunga sebesar sekitar Rp.1 triliun (disesuaikan dengan tingkat bunga yang berlaku). Setelah dipotong dengan pembayaran berbagai pelayanan jasa berbankan, Pemerintah akan mendapatkan tambahan penerimaan sekitar Rp. 600 miliar yang merupakan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Penempatan dana pemerintah di Bank umum, katanya, selain memberi manfaat kepada pemerintah, juga akan membantu Bank yang menampung dana itu untuk meningkatkan penyaluran kredit kepada masyarakat. Ketika ditanya kapan dana Rp.10 triliun itu akan mulai dipindahkan ke Bank umum. Mulia mengatakan, saat ini pihaknya masih menunggu penyelesaian penyusunan Peraturan Pemerintah (PP) tentang Pengelolaan Uang. “Kita harapkan segera keluar, karena segala sesuatunya harus jelas aturannya�, katanya. Mengenai kriteria bank yang dapat menampung dana pemerintah itu, Mulia menjelaskan, Pemerintah akan memilih Bank Umum dengan mempertimbangkan berbagai kriteria, antara lain infrastrukturnya, pelayanannya, kecepatan, dan manfaat yang diperoleh pemerintah. “Tentunya Bank-bank itu harus menyiapkan semacam request proposal, kemudian diadakan semacam beauty contest, sehingga dapat ditunjuk satu atau dua Bank“, katanya. ( KCM, Esha )