Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 14-09-2011
  • 566 Kali

Pembukaan Segel SDN Torjek I Disdik Perlu Klarifikasi

News Room, Rabu (14/09 ) Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep belum menerima laporan tentang pembukaan segel Sekolah Dasar Negeri (SDN) Torjek I Kecamatan Kangayan, oleh warga masyarakat setempat yang mengaku pemilik lahan. Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, Drs. H. Yayak Nurwahyudi, M.Si Rabu (14/09) mengatakan, pihaknya secara formal maupun informal belum menerima informasi dari UPT Pendidikan dan Kepala Sekolah SDN Torjek I, tentang warga yang mengaku pemilik lahan, membuka kembali sekolah tersebut untuk Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) siswa. Karena itu, pihaknya dalam waktu dekat ini, berencana untuk mengklarifikasi terkait dibukanya segel sekolah oleh warga setempat, sebab informasinya dari warga masyarakat setempat, warga yang mengaku pemilik lahan sekolah tersebut telah membuka segel. Bahkan mengijnkan kegiatan KBM dilakukan disekolah. ”Kami perlu klarifikasi dari UPT Pendidikan Kecamatan Kangayan dan Kepala Sekolah SDN Torjek I, untuk mengetahui informasi tentang pembukaan segel sekolah oleh warga masyarakat. Kami harapkan UPT Pendidikan Kecamatan Kangayan dan Kepala Sekolah SDN Torjek I untuk secepatnya memberikan laporan, baik formal maupun informal jika ada kerjadian seperti pembukaan segel sekolah oleh warga masyarakat, jangan sampai Dinas Pendidikan mendapat informasi dari masyarakat dari pada jajarannya di Kecamatan,”tegasnya. Menyinggung sanksi tentang Kepala Sekolah dan sejumlah guru yang tidak masuk sejak pekan lalu di SDN Torjek I, H. Yayak Nurwahyudi menyatakan, pihaknya belum bisa memberikan tindakan apapun sebelum mengklarifiaksi pada UPT Pendidikan dan Kepala Sekolah, apa penyebab Kepala Sekolah dan sejumlah guru tidak masuk di SDN Torjek I. ”Kami memang perlu klarifikasi yang mendalam, apa sebenarnya duduk persoalannya yang menyebabkan Kepala Sekolah dan sejumah guru tidak masuk ke sekolah. Tapi yang jelas jika warga pemilih lahan sudah membuka segel sekolah, merupakan harapan untuk kegiatan KBM siswa kembali dilakukan disekolah tersebut.”ungkapnya. Sementara itu anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumenep, asal kepulauan, Badrul Aini mengungkapkan, sejak masuk hari pertama setalah lebaran tanggal 8 September 2011 lalu, sebagian siswa sudah kembali masuk ke sekolah, sedangkan sebagian lainnya dilarang masuk ke sekolah oleh Kepala Sekola dan mengikuti KBM dirumah Kepala Sekolah. ”Kepala sekolah dan sejumlah guru tetap melakukan kegiatan KBM di rumah Kepala Sekolah yang sebelumnya memang ditempati untuk kegiatan KBM setelah sekolah tersebut disegel oleh warga yang mengaku pemilik lahan, sedangkan 2 orang guru saja yang mengajar di sekolah.”imbuhnya. ( Yasik, Esha )