News Room, Sabtu ( 22/12 ) Pembukaan Kongres Kebudayaan Madura (KKM) II di Kabupaten Sumenep, pada Jum’at (22/12) kemarin siang, ditandai dengan pemukulan gong oleh MH Said Abdullah, selaku penyelenggara sekaligus Ketua Pembina Said Abdullah Institute (SAI). Proses pembukaan kegiatan ini, awalnya dijadwalkan akan dilakukan oleh Presiden RI ke 5, Megawati Sukarnoputri. Namun karena sesuatu hal, batal membuka kongres tersebut. Ketua Panitia Kongres Kebudayaan Madura II, Januar Herwanto, mengatakan, tidak hadirnya Megawati Soekarnoputri pada acara kongres ini, dikarenakan suaminya sedang sakit. “Bu Mega tidak bisa hadir, karena suaminya, Pak Taufik Kiemas sakit. Makanya, seluruh kegiatan yang melibatkan Bu Mega terpaksa dibatalkan, seperti di Sumenep, Bali, dan Bandung,”kata Januar, Jum’at (21/12). Sementara, Ketua Pembina SAI, MH Said Abdullah, ketika membacakan pidato Megawati Soekarnoputri, disebutkan jika kebudayaan merupakan kekuatan pokok yang menentukan kemajuan masyarakat. “Kebudayaan Madura merupakan produk interaksi kompleks. Kearifan lokal merupakan representasi dan obat dari berbagai penyakit seperti intoleransi,”ujarnya. Kongres ini mengantarkan fungsi kebudayaan bukan sebagai alat kekerasan untuk penegakan identitas. Kebudayaan Madura harus dikembalikan pada kearifan budaya, sebagai dimensi simbolik dan ekspresif. “Saatnya identitas kebudayaan Madura ditata kearah yang lebih baik, agar kekerasan yang melekat sebagai sebuah simbol, dihapus dan menelorkan paradigma baru,”terangnya. Kongres Kebudayaan Madura II bertema “Satu Hati Untuk Bangsa” digelar mulai tanggal 21-23 Desember 2012. Diharapkan kegiatan ini mampu menghasilkan beberapa rekomendasi, diantaranya merumuskan Perda bahasa madura, membentuk Badan Pekerja Kongres Kebudayaan Madura (BP KKM) untuk melakukan langkah-langkah kongkit, mengkomunikasikan dengan stakeholders. Selain itu, Perguruan Tinggi di Madura diharapkan untuk membuka Program Studi Bahasa Madura. Kongres ini menghadirkan tokoh-tokoh Madura sebagai pembicara. Diantaranya Mahfud MD, kemudian Hub De Joeng, warga Belanda yang merupakan Wakil Kedubes RI di Turki. Selain itu, pada pembukaan kongres juga dihadiri bupati dan perwakilan perguruan tinggi se Madura. ( Nita, Esha )