News Room, Senin ( 30/11 ) Untuk menandai pelaksanaan pembuatan Spirit kapal Mojopahit, Selasa (30/11) besok akan dilaksanakan selamatan pembuatan kapal bersejarah itu. Bahkan, rencanannya kegiatan selamatan tersebut akan dihadiri Direktur Jenderal (Dirjen) Kebudayaan dan Purbakala RI, Hary Kuncoro Drajat serta perwakilan dari Dinas Pariwisata Propinsi Jatim. Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Kabupaten Sumenep, Drs. Ec. H. Moh. Nasir, MM kepada News Room tadi pagi Senin (30/11) mengungkapkan, sebelum dilaksanakan pembuatan spirit Kapal Mojopahit tersebut, sengaja dilaksanakan selamatan, agar nantinya dalam pembuatannya berjalan lancar dan sesuai yang diharapkan. “Setelah dilaksanakan selamatan, pembuatan kapal tersebut langsung dilaksanakan. Sebab, kapal tersebut diharapkan selesai lebih cepat, namun tetap dengan kondisi yang aman dan nyaman,â€Âujar H. Nasir. Menurut H. Nasir, kondisi kapal nantinya betul-betul sesuai dengan rancangan mini yang saat ini sudah ada di kantornya. Hanya saja, kapal tersebut memang akan menggunakan mesin. Sebab, rencananya spirit Kapal Mojopahit ini akan mengarungi 22 negara dalam jangka waktu diperkirakan 2 tahun. Menurutnya, dalam rapat tersebut disepakati, tempat wisata di Kabupaten Sumenep akan menjadi monument bersejarah tersebut. Sebab, selama ini dari beberapa peneliti, baik dalam dan luar negeri banyak ditemukan berbagai macam benda-benda purbakala di kepulauan yang ada di Sumenep. Ditanya mengenai anggaran untuk pelaksanaan spirit Kapal Mojopahit tersebut, H. Nasir mengaku, anggaran yang diperguanakan merupakan partisipasi dari kedua belah pihak, baik perusahaan Jepang dan Indonesia. Dan dilaksanakan oleh Komunitas Peduli Mojopahit, yang secara kebetulan disepakati Kabupaten Sumenep sebagai tempat pembuatannya. Direncanakan panjang perahu 20 hingga 25 meter dengan lebar menyesuaikan, dan 2 hingga 3 tiang layar berbentuk persegi. Sedangkan bentuk tubuh kapal berbentuk V2 endit, serta berbagai bentuk yang akan dipertimbangkan dalam pelaksanaannya. Diharapkan, dengan adanya perahu Kerajaan Mojopahit tersebut akan berdampak pada kunjungan wisata, baik dalam maupun luar negeri. Sebab, diperkirakan pasca realisasi Jembatan Suramadu, kunjungan wisata ke Madura, khususnya ke Sumenep akan semakin padat, karena jarak Madura dengan ibu kota Jatim sudah tidak terhalang oleh lautan lagi. ( Ren, Gun )