Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 18-02-2006
  • 531 Kali

PEMBUATAN SIN UNTUK MENANGKAL PENYELEWENGAN DANA BOS

Sumenep-Infokom News Room : Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P dan K) Jawa Timur akan menerapkan single identity number (SIN) untuk seluruh siswa di Jawa Timur. Pembuatan SIN ini dinilai bisa menangkal adanya penyelewengan dana bantuan operasional sekolah (BOS) yang selama ini sulit dipantau. Kepala Dinas P dan K Jawa Timur, Dr. Rasiyo mengatakan, untuk sementara pembuatan SIN bagi tiap siswa tersebut bertujuan untuk mendukung pencairan dan BOS. Menurutnya, bukan tidak mungkin kedepan, SIN itu merupakan piranti siswa yang multi fungsi, baik untuk keperluan administrasi sekolah maupun yang lain-lain. “Saat ini pendataan untuk siswa SD dan SMP sudah dimulai. Dan SIN tersebut nantinya tidak bisa dimanipulasi. Sebab, berisi tentang identitas siswa yang berhak mendapat dana BOS�, katanya. Dia menambahkan, SIN untuk sementara hanya akan diterapkan di Jawa Timur. Sementara, ujarnya, apabila penerapan SIN ini berhasil, maka bukan tidak mungkin penerapannya akan dilakukan secara nasional. Sementara itu, mengenai dan BOS yang saat ini masih dipertanyakan oleh sejumlah orang tua siswa, Dr. Rasiyo mengatakan, sejak awal bulan Pebruari lalu, dana tersebut sudah cair. Menurutnya, surat perintah pencairan dana tersebut sudah diberikan kepada Bank Jatim untuk selanjutnya ditransfer ke rekening masing-masing sekolah. “Sejak saat itu sekolah-sekolah sudah bisa mengambil. Kalau banyak orang tua siswa yang mempertanyakan, semestinya pihak sekolah sudah bisa menjawab�, katanya. Dr. Rasiyo juga mengatakan, untuk penerima dana BOS tahap kedua ini mengalami penambahan. Penambahan penerima dana BOS tersebut, karena jumlah siswa salafiyah atau sekolah yang terdapat di Pondok Pesatren bertambah menjadi 340 ribu siswa. Sebelumnya, jumlah siswa salafiyah penerima dana BOS itu hanya sebanyak 130 ribu siswa. Ia menambahkan, jumlah dana BOS yang akan disalurkan pada pencairan tahap kedua ini sebesar Rp. 1,68 triliun. Dalam satu semester, kebutuhan pencairan dan BOS sebesar Rp. 822 miliyar. ( Rep, Esha )