Sumenep-InfokomNews Room : Sejak diluncurkannya program kompensasi BBM, tidak sedikit masyarakat yang mengaku miskin membuat Kartu Tanda Penduduk (KTP), terbukti sebelum adanya program itu Kantor Kependudukan dan Cacatan Sipil sepi dari pengajuan pembuatan KTP, namun sejak Oktober tahun lalu, setiap hari harus melayani ratusan masyarakat pemohon KTP. Kepala Kantor Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Sumenep, Drs. H. Madani, M.Si mengatakan, sebagian besar pembuatan KTP itu untuk keperluan bantuan lansung tunai (BLT). Bahkan masyarakat pemohon KTP itu tidak hanya masyarakat didaratan saja, melainkan juga masyarakat yang ada di kepuluan. Terbukti dari data pemohon di dua kecamatan Kepulauan, yakni Arjasa dan Sapeken sejak Oktober tahun lalu sudah mencapai 6.000 lebih. Madani menejelaskan, untuk mempermudah pelayanan bagi masyarakat kepulaun dalam mengurus pembuatan KTP dilakukan dimasing-masing kecamatan. Hanya saja untuk saat ini pembuatan KTP di kecamatan kepuluan itu baru terealisasi di kecamatan Arjasa dan Sapeken. Namun tahun ini Pemerintah Daerah berencana untuk pelayanan pembuatan KTP juga bisa dilakukan dimasing-masing kepulauan, seperti di kecamatan Nonggunong, Gayam dan Kecamatan Raas. Madanai menambahkan, kendati biaya pembuatan KTP sangat murah hanya Rp. 4000,- namun kenyataannya dilapangan mencapai Rp. 20.000,-. Untuk itu pihaknya menghimbau agar masyarakat pemohon KTP langssung mengurus sendiri ke kantor Catatan Sipil, tanpa melalui pihak ketiga. ( Yasik, Im )