Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 16-05-2026
  • 333 Kali

Pembina Pramuka Harus Miliki Jiwa Kepemimpinan Kuat

Media Center, Sabtu ( 16/05 ) Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan, kembali melaksanakan Kursus Pembina Mahir Dasar (KMD) dan Kursus Pembina Mahir Lanjutan (KML) yang dilaksanakan sejak 16-22 Mei 2026.

Pembukaan KMD dan KML ini, dihadiri Majelis Pengasuh dan Mudir TMI Al-Amien Prenduan, jajaran Kwarcab Sumenep, serta para Pelatih Pusdiklat Arya Wiraraja Kwarcab Sumenep, di Gedung Puspagatra, Sabtu (16/05/2026).

Dalam sambutannya Mudir ‘Aam TMI, KH. Suyono Khatthab mewakili Pimpinan dan Pengasuh Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan, mengingatkan kembali bahwa nilai-nilai pendidikan yang ada dalam Pramuka sangat sesuai dengan nilai-nilai pendidikan dan panca jiwa Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan.

“Antum patut mengetahui, bahwa pendiri pondok kita Almarhum Kiai Djauhari adalah aktivis kepanduan, termasuk juga aktivis mujahid pejuang fii sabilillah. Kalau muasis pondok kita ini adalah aktivis kepanduan, pejuang dakwah, dan pejuang fii sabilillah. Maka santrinya pun wajib mengikuti langkah-langkah pikiran beliau,” ujarnya.

Karena itu, Ponpes Al-Amien Prenduan sampai saat ini tetap menjadikan Pramuka sebagai kegiatan yang terus didukung, bahkan menjadi utusan dalam berbagai kegiatan kepramukaan hingga ke tingkat Nasional. 

"Bahkan, saat ini di samping pesertanya banyak tidak hanya menggelar KMD, namun juga menggelar KML," tandasnya.

Selain itu, Pramuka Al-Amien Prenduan sudah memiliki sejumlah pelatih yang tergabung di Pusdiklat Arya Wiraraja, namun juga menjadi pengurus di Kwarcab Sumenep.

Sementara Ketua Harian Kwarcab Sumenep, Kak Zamzami Sabiq, dalam sambutannya menekankan, pembina Pramuka memiliki posisi strategis dalam membentuk karakter generasi muda. Karena itu, pembina tidak cukup hanya berperan sebagai pelaksana kegiatan, tetapi juga harus memiliki kapasitas kepemimpinan yang kuat.

“Ada tiga tipe pembina, pertama adalah operator, yakni pembina yang mampu menjalankan program latihan di gugus depan. Tipe inilah yang diharapkan lahir dari lulusan KMD,” ujarnya.

Ia menambahkan, pembina juga harus berkembang menjadi sosok manajer yang mampu merancang program latihan secara sistematis dan terukur, sekaligus memastikan capaian peserta didik berjalan sesuai target.

"Tipe kedua adalah manajer, yaitu pembina yang mampu merancang program latihan sekaligus menentukan capaian peserta didik di gugus depan secara sistematis dan terukur," tambahnya.

Selanjutnya Kak Zamzami yang juga pengurus Kwarda Jawa Timur ini menegaskan, orientasi pembinaan ke depan adalah melahirkan pembina bertipe leader, yang tidak hanya menjalankan dan merancang program, tetapi juga mampu memimpin serta mengembangkan arah pembinaan secara menyeluruh.

“Sedangkan tipe ketiga adalah leader, yaitu pembina yang mampu memimpin, mengarahkan, dan mengembangkan program serta rencana pembinaan di gugus depan,” tegasnya.

Melalui KMD dan KML ini, Kwarcab Sumenep berharap lahir pembina Pramuka yang tidak hanya aktif dalam kegiatan, tetapi juga mampu menjadi pemimpin, penggerak organisasi, sekaligus pendidik karakter bagi generasi muda di masa depan.

Sedangkan Ketua Panitia, Kak Mahbub Junaidi menjelaskan, peserta KMD tahun ini sebanyak 264 peserta, di antaranya 231 santri Shof V, 17 peserta dari Ponpes Taman Baru Sampang, dan 13 peserta dari Bangkalan. Sedangkan KML diikuti sebanyak 26 peserta, yang merupakan guru-guru pengabdian Ma’had TMI Putra.

Selanjutnya, Pembukaan KMD dan KML ditandai dengan penyerahan Tunggul Latihan dari Ketua Pusdiklatcab Arya Wiraraja Sumenep, Kak Surahman, kepada Pimpinan Kursus, Kak Maliji Jalali, sekaligus penancapan kapak dan pengucapan Sandi Satata Candradimuka. ( Ren, Fer )