News Room, Jum’at ( 18/11 ) Dengan bantuan ribuan bibit kelapa kopyor kepada para petani kelapa khususnya di 3 Kecamatan, Yakni Kecamatan Gapura, Batang-batang, dan Dungkek diharapkan dapat menambah penghasilan para petani kelapa kopyor di Sumenep. Bahkan, nantinya Sumenep diharapkan memiliki klinik agribisnis kelapa kopyor. Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Kehutanan Dan Perkebunan Kabupaten Sumenep, Ir. Arif Rusdi kepada News Room dikantornya, Jum’at (18/11). Menurutnya, disamping memiliki hasil indutri kelapa yang sangat bagus di Sumenep juga memiliki potensi yang cocok untuk pengembangan kelapa kopyor. Karena itu, dengan adanya Diklat Lanjutan Pembibitan Pengolahan Produk dan Usaha Tani Kelapa Kopyor yang dilaksanakan UPN Veteran Surabaya yang bekerjasama dengan di Dinas Kehutanan dan Perkebunan Sumenep, akan dapat dipetik keuntungannya. “Bayangkan saja, harga untuk satu bibit kelapa kopyor saja hingga Rp. 450.000,00 yang didatangkan dari Manado, sehingga dengan melakukan pembibitan sendiri mengambil 10 persennya dari harga bibt tersebut sudah berapa hasilnya,”ujarnya. Apalagi dengan membudidaya sendiri, yang hasilnya nanti akan bisa dinaikmati hingga kepada keturunannya kelak. Bahkan, kesejahteraan masyarakat juga akan lebih terjamin dibandingkan hanya dengan berkutat pada usaha industri pohon kelapa, seperti minyak kelapa dan sebagainya. Bahkan, dari hasil kelapa yang menjadi kelapa kopyor dalam satu pohonnya hanya dua-tiga buah kelapa. Sedangkan yang dihasilkan dari pohon kelapa yang memang bibit kelapa kopyor sekitar 60 persen rata-rata menjadi kelapa kopyor. Sementara itu tegas Rusdi, seluruh komponen kelapa mulai dari serabut, batok, daging kelapa, airnya hingga seluruh batang hingga daunnya bisa bermanfaat untuk manusia, sehingga sangat tepat untuk menjadikan tumbuhan kelapa sebagai aset masa depan yang menjanjikan peluang ekonomi masyarakat petani hutan di Sumenep. “Kami juga berharap dari 10 orang pendamping yang sudah dilatih dapat mengembangkan tanaman kelapa di Sumenep khususnya di tiga Kecamatan penerima bantuan seklaigus petani yang sudah dilatih, syukur bisa berkembang ke Kecamatan lainnya di Sumenep,”pungkasnya. ( Ren, Esha )