News Room, Kamis ( 27/11 ) Dua pilar yang menjadi program utama Pemerintahan Desa Parsanga, yakni pemberdayaan struktur pemerintahan Desa yang dimulai dari tingkat Rukun Tetangga (RT) dan penguatan ekonomi masyarakat, yang diawali dengan membentuk Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Hal itu diungkapkan Kepala Desa Parsanga, Imam Idafi ketika ditemui News Room di Balai Desa Parsanga, Kamis (27/11). Menurut Kades yang baru genap sebulan hari menjabat Kades Parsanga ini, tekat untuk membenahi pemerintahan Desa sudah menjadi cita-cita sejak dirinya menjadi Ketua BPD pada peridode pertama dulu. â€ÂSaya memang memiliki tekat untuk membenahi pemerintahan Desa ini, dengan memberdayakan masyarakat mulai tingkat RT hingga aparatur yang ada di Desa,â€Âujar Idafi. Bahkan, untuk merealisasikan dan mendapat masukan dari bawah, pihaknya turun langsung bersama aparat Desa lainnya, untuk menyosialisasikan Peraturan Desa (Perdes) Parsanga ke masing-masing RT. Sosialisasi yang dilaksanakan tentang Perdes khususnya yang mengatur tentang Pungutan Biaya Adminitrasi Untuk Desa. Dimana akan dilakukan dimasing-masing RT dengan dana perimbangan 60 persen untuk dikelola langsung oleh RT dan 40 persen nantinya juga akan disubsidi kepada RT yang tertinggal, dari RT yang lain. Disamping itu juga melakukan validasi data KK miskin, agar diperoleh data yang akurat dan benar-benar hasil usulan masing-masing RT melalui musyawarah RT. Mengenai penguatan ekonomi masyarakat, menurut Idafi, pihaknya akan memulai dengan membentuk Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), agar Desa memiliki Pendapatan Asli Desa (PADes) yang diharapkan akan berimbas pada usaha lainnya. Yang jelas, usaha awal yang akan dilakukan, yakni ternak 1.000 itik petelur serta pengadaan mesin giling padi secara gratis kepada masyarakat. Sebab, meskipun gratis, secara operasional nantinya menurut Idafi dapat memanfaatkan dedak padi sebagai pakan itik. ( Ren, Esha )