News Room, Rabu ( 07/10 ) Rencana pembentukan Idharoh Ghusniyah Jam iyah Ahlith Thariqah al-Mu tabarah an-Nahdliyah (Jatman) Kabupaten Sumenep, kemungkinan masih akan ditunda hingga waktu yang belum bisa ditentukan. Hal itu diungkapkan Mudir Idharoh Syu biyah Jatman Sumenep, Drs. H. Kurniadi Widjaja, M.Si pada News Room.
“Masih akan menyesuaikan dengan Kabupaten lain,”kata H. Kurniadi.
Idharoh Ghusniyah adalah sebutan bagi pengurus Jatman untuk tingkat Kecamatan. Pembentukannya menurut Kurniadi merupakan amanah dari pengurus pusat. Namun, karena sesuatu hal, pembentukannya masih belum bisa dilaksanakan dalam waktu dekat.
“Bahkan syu biyah yang lain di Jawa Timur sebagian besar masih belum terbentuk, karena terbentur berbagai masalah. Memang kebaikan itu banyak tantangannya,” tambahnya.
Untuk saat ini H. Kurniadi mengaku fokus pada amanah pengurus pusat dan provinsi, bahwa Idaroh Syu biyah diminta untuk berusaha lebih memasyarakatkan thariqah kepada para Nahdliyyin, khususnya di Kabupaten Sumenep.
“Kemurnian thariqah mu tabarah harus terus dijaga dari pengaruh aliran sesat yang saat ini marak di kalangan umat Islam,”imbuhnya.
Sekadar untuk diketahui, Jatman dibentuk oleh Nahdlatul Ulama untuk memberi rambu-rambu pada masyarakat tentang thariqah yang mu tabar, dan ghairu mu tabar. Secara hierarki pengurus Jatman terdiri dari Idaroh aliyah atau pengurus pusat, Idaroh wustho atau pengurus provinsi, Idaroh Syu biah atau pengurus tingkat Kabupaten, Idaroh Ghusniyah atau pengurus tingkat Kecamatan.
Sementara Sumenep sendiri saat ini sudah mencapai periode ke dua dalam kepengurusan Syu biyah. Mudir pertamanya adalah H. Kurniadi Wijaya, yang terpilih untuk ke dua kalinya dalam Musda akhir bulan Agustus 2015 kemarin. ( Farhan, Esha )