Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 09-08-2006
  • 638 Kali

PEMBENAHAN KONSEP PEMBANGUNAN MELALUI PKPS-BBM

Sumenep-Kominfo News Room : Untuk mengatasi kesulitan ekonomi bagi masyarakat miskin, pemerintah perlu melakukan pembenahan konsep baru terhadap pembangunan daerah melalui Program Kompensasi Pengurangan Subsidi Bahan Bakar Minyak (PKPS-BBM). Dengan pembenahan konsep baru itu, akan dapat ditemukan sasaran tepat dalam mengatasi kesulitan ekonomi, pendidikan, jaminan kesehatan bagi kebutuhan masyarakat miskin serta penyelamatan penggunaan anggaran. Hal itu dikatakan Sekretaris Daerah Propinsi Jawa Timur, Dr. H. Soekarwo, SH, M.Hum pada Rapat Koordinasi pelaksanaan PKPS-BBM di Bhinaloka Adikara Kantor Gubernur Jawa Timur, Selasa kemarin (08/08). Program pembangunan infrastruktur daerah tertinggal, jalan desa, jembatan irigasi, sarana air bersih, pendirian koperasi dan lembaga keuangan di tingkat desa dimaksudkan sebagai pengembangan ekonomi rakyat miskin dan pelayanan sosial. Program tersebut diarahkan untuk dapat memberikan peluang ekonomi dan sosial bagi masyarakat miskin. “Oleh karena itu, pemerintah perlu menggunakan kebijakan penyelamatan (Rescue) dan pemulihan (Recovery) terhadap program pembangunan di Jatim melalui kegiatan PPKS-BBM”, tuturnya. Kegiatan PPKS-BBM terdiri dari sembilan program, yakni Subsidi Langsung Tunai (SLT), program pendidikan, program jaminan kesehatan untuk masyarakat miskin (JPK-MM), program Infrastruktur Daerah Tertinggal (IDT), program Subsidi Beras untuk masyarakat miskin (Raskin), program dana bergulir untuk usaha mikro, program layanan sosial, program pengembangan ekonomi masyarakat pesisir (PEMP) dan program layanan kontrasepsi keluarga berencana. Dengan pembenahan konsep baru terhadap PPKS-BBM diharapkan dapat menjawab dan mampu mengatasi kebutuhan dasar masyarakat miskin di Jawa Timur. Hingga 31 Juli 2006, berdasarkan pendataan dari BPS Jawa Timur sudah tercatat sebanyak 3.236.232 KK miskin. Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Propinsi Jawa Timur, Soeyono, SH, M.Hum mengatakan, untuk pelaksanaan PPKS-BBM di Jawa Timur tahun 2006, untuk program SLT tahap ketiga berakhir 31 Juli 2006 dengan realisasi sebanyak 2.985.829 KK dan dana sebesar Rp. 895.748.700.000,00 atau 91,15 prosen. Di bidang pendidikan jumlah anggaran yang disalurkan untuk bantuan operasional sekolah (BOS) hingga Juni 2006 sebesar Rp. 802.665.686.000,00 sedangkan untuk bantuan khusus murid (BKM) sebesar Rp. 39.173.808.000,00. Bidang jaminan kesehatan dilakukan peningkatan Askes dan mutu pelayanan kesehatan bagi masyarakat miskin agar tercapai derajat kesehatan masyarakat yang optimal secara efektif dan efesien. Bidang pembangunan infrastruktur daerah tertinggal, Kabupaten yang menjadi sasaran ada 8 Kabupaten, yaitu Pacitan, Trenggalek, Bondowoso, Situbondo, Madiun, Bangkalan, Sampang dan Pamekasan yang terbagi dalam 119 Kecamatan dan 521 Desa tertinggal. ( JNR, Esha )