News Room, Kamis ( 27/08 ) Komplain warga Dusun Sumber Nangka, Desa Bata’al Timur, Kecamatan Ganding beberapa waktu lalu, terkait adanya pembangunan tandon air disayangkan berbagai pihak. Hal itu kemungkinan terjadi karena kurangnya sosialisasi terlebih dahulu kepada masyarakat, sehingga ketika dilakukan pembangunan tandon disana malah dianggap tidak efektif. Salah seorang tokoh pemuda setempat, Masuri, mengaku, seharusnya aparat Desa dan pihak-pihak yang terlibat pembangunan tandon, mengajak warga sekitar, bicara soal pembangunan tandon air tersebut. “Saya kuatir hal itu akan malah semakin membuat keresahan masyarakat. Awalnya untuk kebaikan warga, justru malah bisa menjadi bumerang karena kondisi yang tidak kondusif,†kata Masuri. Pembangunan tandon air tersebut juga dipersoalkan Kepala Dusun Sumber Nangka, Masduni. Ia menganggap pembangunan tandon itu tidak perlu. Sebab, tidak jauh dengan tempat itu sudah ada bangunan serupa berupa waduk yang dibangun sekitar tahun 2007 lalu. Bahkan, Masduni khawatir pembangunan waduk itu tidak akan bertahan lama, dan akan mengalami hal yang sama dengan nasib waduk sebelumnya, yang akhirnya jebol dan rusak ketika musim hujan datang. Masduni juga mengaku, jika sebelumnya dilakukan koordinasi dengan pihak masyarakat dan tokoh setempat, mungkin akan ada solusi untuk membuat waduk yang lebih layak untuk ditempati dan pembangunannya tidak asal-asalan karena hanya menghabiskan anggaran saja. ( Ren, Adjie )