News Room, Jumat ( 01/04 ) Anggaran untuk pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) di Pulau Giliraja, Kecamatan Giligenting, Sumenep, Madura, Jawa Timur, melalui dana Coorporate Social Responsibility (CSR) dari PT. Santos, masih minim, sehingga dipastikan pelayanan listrik di Pulau tersebut belum bisa terealisasi tahun ini.
"Dana yang dibutuhkan untuk pembangunan PLTD senilai Rp. 17 milyar, sedangkan CSR dari PT. Santos baru Rp. 3,8 milyar,"kata Kepala Kantor Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kabupaten Sumenep, Abd Kahir, SE, MM, Jumat (01/04).
Ia menuturkan, dana CSR dari PT. Santos sejak tahun 2014 hingga tahun 2016 ini yang digunakan sudah mencapai Rp. 3,8 milyar untuk pembangunan jaringan dan tiang listrik.
"Anggaran yang ada baru cukup pada pembangunan jaringan dan tiang listrik, belum kepada mesinnya,"tukasnya.
Kahir mengungkapkan, dalam waktu dekat pihaknya akan duduk bersama dengan PT Santos untuk membicarakan keinginan masyarakat Giliraja.
“Kami masih harus membicarakannya dengan pihak PT. Santos. Karena, pemberian CSR masih merupakan wewenang perusahaan,”paparnya.
Proyek pembangunan PLTD di Giliraja dikerjakan melalui program multi years yang ditafsir membutuhkan dana sebesar Rp. 17 milyar.
Tahun 2014 dan 2015 masing-masing dianggarkan senilai Rp. 1,6 milyar, sementara tahun 2016 sebesar Rp. 600 juta, sehingga total anggaran yang sudah dialokasikan, khusus jaringan tersebut hingga saat ini mencapai Rp. 3,8 milyar. ( Nita, Esha )