News Room, Kamis ( 18/09 ) Pembangunan Pasar Anom Baru tahap I pasca kebakaran tahun 2007, dipastikan molor dari jadwal semula. Awalnya pembangunan pasar induk di Kabupaten Sumenep ini dengan pelaksana proyek PT. Mage (Mitra Abadi Enginering), yang nilainya Rp. 40,7 milyar ditargetkan selesai pada Oktober 2014. Namun, karena ada permintaan lokasi dari pemilik kios dan stand yang terbakar, agar disesuaikan dengan lokasi awal. Akhirnya, pembangunan molor sampai April 2015 mendatang. Kepala Bidang Pendapatan dan Pasar Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset (DPPKA) Kabupaten Sumenep, Drs. H. Imam Sukandi, M.Si menjelaskan, molornya pembangunan Pasar Anom Baru itu murni akibat adanya kendala teknis. Pelaksana proyek harus memenuhi permintaan para pemilik kios dan standnya yang terbakar pada tahun 2007. "Pelaksana proyek terpaksa merubah letak lokasi stand sesuai permintaan pedagang pasar tersebut. Makanya terjadi penundaan pembangunan, dari semula ditargetkan selesai Oktober 2014 menjadi paling lambat April 2015 harus selesai,"kata H. Imam Sukandi, Kamis (18/09). Perubahan pembangunan Pasar Anom Baru tahap pertama ini, lanjut H. Imam, sudah disertai adendum dari pelaksana proyek sebagai pemberitahuan kepada Pemerintah Kabupaten Sumenep. "Segala bentuk yang menyebabkan tertundanya penyelesaian pembangunan pasar anom tersebut, sudah disampaikan oleh pelaksana proyek. Dan tidak ada masalah, tapi harus selesai maksimal April 2015,"terangnya. H. Imam mengaku yakin pembangunan Pasar Anom Baru bisa selesai tepat waktu. Sebab, sekitar 2.000 tiang pancang sudah terpasang, tinggal melanjutkan saja. Apalagi bahan yang dipakai saat ini adalah baja, bukan beton. "Jadi, dengan material baja ini, maka proses pekerjaannya akan lebih cepat dibandingkan dengan pembangunan sebelumnya yang memakai beton. Kami yakin, pelaksanaan pembangunan tahap I selesai April tahun depan,"tegasnya penuh optimis. Untuk itu, pihaknya meminta kepada para pedagang pasar supaya lebih bersabar menunggu realisasi pembangunan Pasar Anom Baru ini. Proses pembangunan Pasar Anom Baru Sumenep ini dilakukan di lokasi kebakaran pertama pada tahun 2007 silam. Saat itu, sekitar 150-an stand yang terbakar. ( Nita, Esha )