News Room, Jumat ( 14/10 ) Proyek pembangunan pasar anom baru Sumenep, untuk tahap pertama pasca kebakaran, akan dilakukan mulai pekan depan. Kepala Bidang Pendapatan Dinas Pendapatan Pengelola Keuangan dan Aset (DPPKA) Sumenep, Drs. H. Imam Sukandi, M.Si menjelaskan, saat ini sejumlah meterial bangunan seperti tiang pancang bersama alat berat untuk pemancangan sudah berada di lokasi proyek. “Sesuai rencana proyek pembangunan pasar anom membutuhkan sekitar 790 buah tiang pemancang. Sedangkan yang masuk baru 44 buah. Tapi, kami memperkirakan pekan depan proyek pembangunan pasar anom baru Sumenep, tahap pertama sudah bisa dimulai,” kata Imam, pada wartawan di Kantor DPPKA Sumenep, Jumat (14/10). Untuk sisa tiang pemancang, kata Imam, akan secepatnya disusulkan. Yang pasti, pihaknya meminta rekanan yang menangani proyek tersebut, agar pembangunan pasar anom tahap pertama tuntas pertengan dersember. “Kami berharap dengan sisa waktu dua bulan, proyek ini sudah dapat terselesaikan. Apalagi menurut penuturan pelaksana proyek, kalau pekerjaan penanaman tiang pemancang, untuk sehari semalam bisa dilakukan sampai 40 buah. Kalau ini benar, dipastikan perkerjaan tahap pertama pembangunan pasar anom baru Sumenep, akan selesai sesuai batas waktu,” terangnya. Tahap pertama proyek pembangunan pasar anom baru ini, kata Imam, Pemkab Sumenep menganggarkan dana senilai Rp. 9 milyar melalui APBD 2011. “Sedangkan, dana keseluruhan pembangunan pasar anom baru Sumenep, diprediksi akan menelan anggaran Rp. 42 milyar,”ungkapnya. Imam juga mengemukakan, proses pembangunan tersebut akan dilakukan secara bertahap. “Tidak mungkin pembangunan pasar anom baru itu bisa dilakukan dalam waktu satu tahun. Sebab, anggaran yang dibutuhkan sangat banyak. Kalau dipaksakan, bisa menyedot anggaran lainnya,”pungkasnya. ( Nita, Esha )