News Room, Sabtu ( 18/06 ) Dengan keterbatasan Anggaran Dana Desa (ADD) yang ada saaat ini, Desa Kasengan Kecamatan Manding merasa perlu untuk mengajak masyarakat terlibat langsung dalam pelaksanaan pembangunan mulai dari perencanaan, pelaksanaan hingga pemeliharaan dan pengawasannya, sehingga hasilnya betul-betul dirasakan dan menjadi tanggung jawab bersama. Hal tersebut diungkapkan Kepala Desa Kasengan, Faruq kepada wartawan tadi siang. Sabtu (18/06). Menurutnya, tanpa dukungan dan partisipasi aktif warga masyarakat, pelaksanaan pembangunan di Desanya akan sulit terlaksana dengan baik. Karena, mulai dari bahan baku, upah pekerja dan konsumsi saat ini sangat tinggi, sehingga jika seluruhnya dibebankan kepada dana ADD, juga akan kewalahan. “Apalagi, dalam realisasi pencairannya masih dilakukan secara bertahap, sehingga pelaksanaan pembangunannyapun jelas dilakukan secara bertahap.”ujarnya. Bahkan, jelas Faruq, alokasi ADD didalamnya juga termasuk untuk honorarium perangkat Desa dan BPD yang notabene nilainya juga masih relatif kecil dibandingkan dengan tugas dan tanggung jawab yang harus diemban sebagai pelayan masyarakat dibasis terdepan. Dijelaskan, pembagian alokasi ADD untuk pembangunan sebesar 70 persen, sedangkan honorarium perangkat Desa dan BPD yakni sebesar 30 persen dari ADD Desa Kasengan tahun 2011 sebesar Rp. 58 juta yang dicairkan dalam 2 tahap. Kegiatan pembangunan jalan paving dan pagar Balai Desa memang menjadi prioritas kegiatan pembangunan melalui dana yang bersumber dari ADD yang diperkirakan akan menghabiskan dana sebesar Rp. 40 juta. “Karena itu, kami mengajak seluruh komponen masyarakat di Desa Kasengan untuk saling bahu membahu melaksanakan pembangunan di Desanya, utamanya dalam bentuk pengawasan dan pemeliharaannya,”pungkasnya. ( Ren, Esha )