Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 29-11-2012
  • 513 Kali

Pemantapan Jiwa KORPRI, Percepat Reformasi Birokrasi

News Room, Kamis ( 29/11 ) Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) telah berusia 41 tahun. Di usia yang makin dewasa ini, sungguh tepat jika dijadikan sebagai momentum dalam meningkatkan kinerja, semangat pengabdian, etos kerja, dan pelayanan kepada masyarakat. Sebagaimana tema peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) KORPRI tahun ini, yakni “Pemantapan Jiwa Korps Pegawai Republik Indonesia Guna Mempercepat Reformasi Birokrasi, dinilai tepat dan relevan. Menuju tatanan birokrasi yang bersih, efisien, efektif, dan produktif. Serta birokrasi yang semakin transparan dan akuntabel dalam memberikan pelayanan yang murah, cepat dan baik kepada masyarakat. Demikian sambutan Presiden Republik Indonesia selaku Penasehat Nasional KORPRI dan sambutan Menteri Kesehatan Republik Indonesia yang dibacakan Bupati Sumenep, Drs. KH. A. Busyro Karim, M.Si pada Upacara Hari Ulang Tahun (HUT) Ke 41 KORPRI dan Hari Kesehatan Nasional Ke 48 tahun 2012 di halaman Kantor Bupati Sumenep, Kamis (29/11). Sejak didirikan tanggal 29 Nopember 1971, telah menunjukkan komitmen, perjuangan, dan pengabdiannya yang tidak kenal lelah dalam mengawal cita-cita perjuangan bangsa dan negara. Sejalan dengan tema itu, maka KORPRI harus mampu meningkatkan kualitas manajemen pemerintahan melalui pemantapan kelembagaan, ketata laksanaan, hingga peningkatan kompetensi sumber daya manusia PNS. Sementara, tema Hari Kesehatan Nasional tahun ini, yakni “Indonesia Cinta Sehat” dengan sub tema “Ibu Sehat Anak Selamat”. Indonesia Sehat adalah refleksi dari sikap dan perilaku setiap insan Indonesia menjadikan kesehatan sebagai dasar motivasi dalam kehidupan sehari-hari. Sedangkan sub tema “Ibu Selamat Anak Sehat” dipilih karena merupakan sasaran prioritas pembangunan kesehatan. Dalam pelayanan kesehatan ibu dan anak. Secara nasional, cakupan persalinan oleh tenaga kesehatan telah meningkat secara signifikan dari 61,4 persen pada tahun 2007 menjadi 87,4 persen pada tahun 2011. Sementara, dalam konteks pembangunan kesehatan di Kabupaten Sumenep, kita harus berbangga, karena banyak kemajuan yang telah kita raih. Pada tahun 2011, cakupan persalinan oleh tenaga kesehatan telah meningkat mencapai 90 persen atau diatas rata-rata nasional. Pada tahun 2011, jumlah kematian bayi mencapai 153 bayi. Tetapi sampai dengan bulan september 2012 ini, bisa ditekan menjadi 75 bayi. Demikian juga, jumlah kematian ibu yang pada tahun 2010 mencapai 20 orang, maka pada tahun 2012 ini menurun menjadi 10 orang saja. “Selain itu, angka harapan hidup juga semakin tinggi, dari 64,53 tahun menjadi 64,71 tahun. Ini menunjukkan bahwa ada progres baik dalam upaya kita meningkatkan kesehatan masyarakat,”tambahnya. Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan pemberian bantuan pendidikan kepada sejumlah anak berprestasi serta pemberian alat kesehatan kepada sejumlah Puskesmas yang diberikan secara simbolis oleh Bupati Sumenep. ( Ren, Esha )