News Room, Senin ( 16/05 ) Banyak hal yang dilakuakn siswa dalan merayakan kelulusan Ujian Nasional (Unas). Di Sumenep, perayaan kelulusan itu ada yang dilakukan dengan konvoi sepeda motor dan aksi coret-coret seragam, Senin (16/05) pagi. Sayangnya, konvoi dan aksi coret seragam oleh puluhan siswa SMA Negeri 1 Bluto, sebelum pengumuman Unas dilakukan di sekolahnya. “Ini bentuk meluapkan rasa kegembiraan, untuk merayakan kelulusan. Kami memang belum tau lulus atau tidak. Tapi, kami yakin lulus semuanya,”kata Sinol, salah seorang siswa SMA Negeri 1 Bluto, Sumenep, Senin (16/05). Namun hiruk pikuk siswa berkonvoi tidak berlangsung lama. Saat berkumpul di taman Adipura, mereka dibubarkan aparat Kodim 0827 Sumenep. Gerombolan konvoi siswa pun langsung bubar. Sementara, kondisi berbeda justru ditunjukkan lembaga pendidikan SMA Plus Miftahul Ulum, Terate, Sumenep. Pengumuman kelulusan di sekolah ini dilakukan di masjid setempat. Kepala SMA Plus Miftahul Ulum, Moh. Ichsan menjelaskan, pihaknya sengaja mengumumkan kelulusan siswanya di masjid, dengan beberapa pertimbangan. “Pertama, kami ingin siswa yang lulus bisa langsung bersujud syukur, dan menghindari adanya konvoi serta aksi coret baju seragam. Ini alasan, kenapa kami memilih pengumuman kelulusan dilakukan di Masjid,”kata Ichsan, pada wartawan usai mengumumkan kelulusan di Masjid Terate, Desa Pandian, Kecamatan Kota, Sumenep, Senin (16/05). Ichsan juga mengungkapkan, pada pelulusan tahun ini, pihaknya merasa bangga, karena seratus persen siswa kelas XII SMA Plus Miftahul Ulum dinyatakan. “Alhamdulillah, 88 siswa kelas XII SMA Plus Miftahul Ulum ini, semuanya lulus. Kami sangat bersyukur, tidak ada siswa yang harus tertunda kelulusannya,”ungkapnya. (Nita,Esha)