News Room, Selasa ( 19/06 ) Cuaca buruk yang melanda perairan Sumenep, menyebabkan aktivitas pelayaran ke sejumlah Wilayah Kepulauan setempat dari Pelabuhan Kalianget, lumpuh total. Kondisi ini berdampak terhadap perekonomian warga Kepulauan khususnya Kangean dan Sapeken. Dul Siam, Anggota DPRD Sumenep, asal Pulau Sapeken, Sumenep, menjelaskan, sebenarnya cuaca buruk ini merupakan alasan terkecil tidak beroperasinya kapal ke Kangean maupun Sapeken. Sebab, sejak dua bulan terakhir ini, pelayaran ke Sapeken tersendat dikarenakan kapal yang biasa melayani lintasan tersebut tidak beroperasi. “Akibatnya, sekarang persediaan sembilan bahan pokok (Sembako) menipis dan harga naik. Nah, kalau ditambah cuaca buruk otomatis selama sepekan ini tidak akan ada pasokan barang,” kata Dul Siam, Selasa (19/06). Sekarang, kata Dul Siam, harga sembako seperti beras mencapai Rp. 11-12 ribu perkilogram, dari biasanya Rp. 7-8 ribu perkilogram. Dan, beras harganya juga naik dari Rp. 11 ribu perkilogram, menjadi Rp. 13.500 perkilogram. “Kami berharap, ada jalan keluar untuk mengatasi persoalan kapal ke Kepulauan Sumenep. Pemerintah Kabupaten Sumenep, bisa saja melakukan kerjasama dengan operator pelayaran lain, guna melancarkan transportasi ke Kepulauan,” terangnya. Sementara, Petugas Syahbandar Kalianget, Fajar Sadik, mengakui, tidak beroperasinya armada ke Kepulauan Sumenep, murni karena cuaca buruk. “Berdasarkan informasi dari BMKG Maritim Surabaya, tinggi gelombang di perairan Kepulauan Sumenep berkisar 1,5 - 3 meter. Sedangkan kecepatan angin 0,5 - 26 knot. Kondisi ini cukup membahayakan bagi pelayaran, terutama ke Kangean, Sapeken, dan Masalembu. Makanya kami meminta agar beberapa kapal terutama kapal penumpang, menunda pelayarannya,” ujarnya. Fajar mengungkapkan, cuaca buruk di perairan Sumenep terjadi sejak Minggu (17/06), dan diperkirakan bertahan selama satu minggu. “Pada cuaca buruk tersebut, biasanya para nahkoda dan ABK sudah tahu. Jadi mereka juga tidak memaksa berangkat. Untuk sekarang, memang tidak ada kapal yang berangkat, bahkan kemarin kapal cepat ke Kangean terpaksa tidak berangkat karena cuaca buruk,” ungkapnya. ( Nita, Fery )