Media Center, Sabtu ( 04/12 ) Pelatihan guru dalam rangka membangun dan menguatkan budaya literasi di kalangan siswa SMP lewat guru Mata Pelajaran yang dilaksanakan Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep bermitra dengan Program Inovasi sukses dilaksanakan, sehingga para peserta cepat memahami dan mempraktekkan langsung selama pelatihan.
Hal tersebut diakui salah seorang peserta pelatihan yang juga guru Mata Pelajaran (Mapel) IPA di SMPN 1 Giligenting, Sahra Ningsih, S.Pd, Sabtu (04/12/2021).
Menurutnya, pelatihan itu sangat luar biasa manfaatnya, sehingga timbul semangat untuk segera diberikan pada siswanya. Sebab, diakui selama ini minat baca siswanya yang kebetulan berada di kepulauan masih kurang. Dengan ilmu baru yang diterimanya dari pelatihan dirinya mulai lebih terbuka wawasannya untuk menerapkan ilmu baru tersebut.
"Untuk menumbuhkan minat baca ternyata banyak cara yang bisa dilakukan, seperti dengan mencari informasi sebanyak-banyaknya tidak harus dari buku saja, namun bisa dari internet maupun praktek langsung yang dilakukan siswa," ungkapnya.
Menurutnya, seperti yang dilakukan dalam praktikum tadi kepada siswa di SMPN 2 Sumenep, bagaimana siswa membuat pewarna dari dedaunan dan tumbuhan, seperti daun pandan bisa menghasilkan warna hijau, kunyit menghasilkan warna kuning, daun pisang yang dibakar bisa menghasilkan pewarna alami hitam, tapi khusus daun pisang ini tidak dianjurkan dikonsumsi, karena hasil pembakaran yang kurang baik bagi kesehatan. Namun, bagaimana menghasilkan warna alami seperti dari buah naga menghasilkan warna ungu.
"Jadi siswa bisa melihat langsung, dengan praktek siswa tertarik untuk mencari tahu sehingga timbul minat baca," tambahnya.
Senada juga disampaikan Humaira, S.Pd, Guru SMPN 1 Sapeken mengaku banyak hal yang diperoleh selama mengikuti pelatihan guru dari tanggal 02-04 Desember 2021ini, sehingga banyak ilmu baru bisa dikuasai dan berdampak positif terhadap proses pembelajaran ke depannya.
"Tentunya pelatihan ini sangat penting diterapkan di sekolah dan bisa sharing dengan guru-guru yang lain agar berimbas," tandasnya.
Apalagi menurut Humaira dalam pelatihan yang dilaksanakan selama tiga hari dapat dipraktekkan di sekolahnya. Seperti halnya di bidang mata pelajaran IPS dengan salah satu penerapan praktek bagaimana menangkal kenakalan remaja khususnya di kalangan siswa kelas VII - IX di sekolah menengah pertama. ( Ren, Fer )