Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 21-10-2013
  • 637 Kali

Pelantikan 23 Kades Terpilih, Tunggu Bupati Datang

News Room, Senin ( 21/10 ) Pelantikan terhadap 23 Kepala Desa (Kades) terpilih saat Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak tahap II pada 3 Oktober 2013 lalu, hingga saat ini belum ada kepastian. Sebab, pelantikan itu masih menunggu Bupati Sumenep, KH. A. Busyro Karim, M.Si yang sedang kunjungan kerja ke Prancis bersama pejabat Pemerintah Propinsi (Pemprop) Jawa Timur. Kepala Bagian Pemerintahan Desa (Pemdes), Sekretariat Daerah Kabupaten Sumenep, Moh. Ramli, S.Sos, M.Si mengatakan, pihaknya telah menerima laporan dari Panitia Pilkades melalui Camat masing-masing, sehingga langsung dibuatkan nota dinas untuk pelaksanaan pelantikan. Kini, nota dinas itu sudah ada di meja Bupati setempat, namun karena Bupati masih ada tugas kerja di luar negeri, nota dinas itu belum ditandatangani. 'Kalau pelaksanaan Pilkadesnya tidak ada masalah, tinggal menunggu kedatangan Bupati untuk menandatangani nota dinas pelantikan. Untuk sekarang, tandatangan masih ditangguhkan, karena Bupati masih tugas di luar negeri,'kata Moh. Ramli, Senin (21/10). Dalam nota dinas yang diajukan itu, lanjut Ramli, Pemdes merencanakan pelaksanaan pelantikan Kades terpilih itu bertepatan dengan Hari Jadi Kabupaten Sumenep, yakni 31 Oktober nanti. Sebab, 23 Kades terpilih itu bisa mempunyai kesan yang berbeda, dan diharapkan bisa meningkatkan potensi yang dimiliki setiap Desa itu. 'Itu masih rencana, sedangkan keputusannya tetap berada di tangan Bupati Sumenep. Kalau memang disetujui, ya kami laksanakan, tapi kalau tidak, berarti ada solusi hari lain, pasti kami mengikutinya. Yang jelas pelantikan Kades itu dilakukan oleh Bupati,'terangnya. Ia mengungkapkan, selain itu, persiapan pengamanan pelantikan Kades, pihaknya telah koordinasi dengan pihak Polres, guna mengamankan proses pelantikan. Karena, proses demokrasi di tingkat Desa ini sangat rentan dengan persoalan, seperti terjadinya konvoi yang dilakukan pendukung para Kades terpilih. Hal itu perlu diantisipasi, agar tidak memecah persoalan yang melibatkan masyatakat banyak. 'Kami telah koordinasi dengan polisi, terkait pengamanannya, baik itu disaat proses pelantikan maupun setelah para Kades pulang. Kami tidak ingin terjadi sesuatu di tengah jalan,'ungkapnya. Dia berharap, pada saat pelantikan Kades terpilih tidak membawa massa atau melakukan konvoi di jalan raya, karena mengganggu pengguna jalan lainnya. 'Semoga tidak ada kegiatan konvoi, karena itu memicu terjadinya persoalan, baik dengan pengguna jalan maupun pada salah satu kandidat Kades yang kalah,'harapnya. Sebelumnya, pelaksanaan Pilkades serentak tahap II yang dijadwalkan untuk 25 Desa, hanya berlangsung di 23 Desa. Sebab, 2 Desa lainnya, yakni Desa Poja, Kecamatan Gapura, dan Desa/Kecamatan Batuan, tidak terlaksana, karena tidak ada pendaftar. ( Nita, Esha )