Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 01-02-2005
  • 753 Kali

PELANGGAN PDAM KALIANGET MENGELUH

Sumenep-Infokom News Room : Sedikitnya 50 pelanggan lebih di Desa Kalianget Timur Kecamatan Kalianget, tepatnya di daerah pelabuhan Kalianget bagian utara hampir dua bulan tidak dapat menikmati air dari PDAM, hal itu disebabkan aliran air dari pipa tidak dapat naik pada dataran yang agak tinggi. Salah seorang pelanggan, H. Mustofa kepada News Room mengatakan, jika puluhan pelanggan di kampungnya dalam dua bulan terakhir ini tidak dapat menikmati air PDAM. Sementara pembayaran rekening tetap bayar seperti biasanya, yakni sebesar Rp.13.500,- padahal pembayaran sebelumnya juga segitu, itupun sudah berlangsung selama beberapa tahun, hidupnya hanya satu dua kali dalam seminggu. Itupun lanjut Mustofa pada jam tengah malam, sekitar pukul 01.00 Wib hingga 02.00 Wib. Untuk itu H. Mustofa berharap pihak PDAM dapat memperhatikan keluhan para pelanggannya, disamping sudah bertahun-tahun keadaannya seperti itu, pelanggan tidak pernah diberi informasi, terkait dengan keadaan yang menyebabkan seperti itu. “Kan percuma jadi pelanggan PDAM, tapi kita masih beli dan perlu ongkos becak untuk mengangkut air dari sesama pelanggan yang kebetulan lancar di daerah pelabuhan bagian bawah�, keluhnya. Sementara Direktur Utama PDAM Sumenep, Drs. H. Didik Untung Samsidi, MM, mengakui kondisi aliran air PDAM di Kalianget memang masih belum memungkinkan, artinya ada sebagian pipa transmisi dan distribusi air yang belum menunjang, namun karena belum ditunjang dengan peralatan yang memadai hingga saat ini masih perlu adanya pembagian. Padahal mesin yang memompa distribusi ke Kecamatan Kalianget sudah 24 jam. Didik berharap pada tahun 2005 ini, pelanggan di Kalianget juga akan menikmati air 24 jam seperti halnya di Kecamatan Kota. “Program kami nantinya akan di setting, bagaimana operasi ini merata, karena sampai saat ini dana teknis masih belum memadai�, ungkap Didik Untung Samsidi. Disamping itu masih ada peralatan yang belum berfungsi, yakni water tower yang ada di Kalianget belum berfungsi normal. Diharapkan bulan Pebruari atau Maret mendatang akan diuji coba lagi sampai berapa jauh alirannya akan rata di seluruh Kalianget. Mengenai pelanggan yang tetap membayar, menurut Didik itu memang sebagai abonemin. Sebab tugas pemeliharaan dan penggantian meter masih bergantung pembayaaran rekening pelanggan. Karena itu pola pembayaran tepat waktu sangat diharapkan untuk kelancaran operasional. ( Ren, Esha )