Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 20-03-2006
  • 393 Kali

PEKAN KIM DITUNDA AWAL APRIL

Sumenep-Infokom News Room : Pelaksanaan Pekan Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) di Kabupaten Mojokerto yang seharusnya digelar pada tanggal 21 hingga 25 Maret 2006 ditunda awal April 2006 atau antara tanggal 4-8 April 2006 mendatang. Penundaan itu dikarenakan menyesuaikan jadwal Gubernur Jawa Timur, H. Imam Utomo yang akan membuka secara resmi pekan KIM yang baru pertama kali dilaksanakan di Jawa Timur. Kasubdin Promosi dan Pemberdayaan Informasi (PPI) Dinas Informasi dan Komunikasi Propinsi Jawa Timur, Drs. Otto Bambang Wahjudi, M.Si, MM saat dikonfirmasi di Kantornya, Senin (20/03) mengatakan, dengan ditundanya jadwal pekan KIM itu, diharapkan setiap Kabupaten/Kota akan mempersiapkan diri lebih baik lagi dalam penampilannya. Rangkaian kegiatan pekan KIM meliputi lomba penyelenggaraan KIM terbaik, lomba sarana pemberdayaan KIM dalam bentuk poster dan leaflet, pemberian penghargaan bagi tokoh masyarakat yang peduli pada pembinaan KIM serta Pertunjukan Kesenian Rakyat (Pertura). Untuk lomba penyelenggaraan KIM terbaik, panitia telah mengunjungi beberapa Kabupaten/Kota untuk menilai apakah proposal yang telah dikirimkan dalam lomba itu, sama dengan kondisi di lapangan. Kabupaten/Kota yang telah dinilai dan dikunjungi panitia antara lain, Mojokerto, Situbondo, Jombang, Sumenep dan Kabupaten Jember. Tujuan pekan KIM adalah untuk memotivasi dan membangkitkan semangat para stakecholder di daerah dalam menggerakkan akselerasi program KIM. Selain itu untuk menjembatani kesenjangan komunikasi dan informasi di tengah-tengah masyarakat kita. “Bahkan diharapkan kelompok ini memiliki kemampuan dan kompetensi untuk memperjelas issue pemerintah di semua aspek kebutuhan, sebagaimana yang diinginkan masyarakat�, tandasnya. Menurut Otto, dihidupkannya KIM, karena masih banyaknya masyarakat yang miskin informasi. Selain itu, masih banyak daerah-daerah yang belum membentuk KIM. Dari 654 Kecamatan, baru terbentuk 283 lembaga KIM yang tersebar di 12 Kecamatan atau 32,67 prosen. Melihat kenyataan ini mendorong pemerintah untuk menyelenggarakan pekan KIM agar daerah-daerah itu termotivasi, sehingga mau membentuk KIM. ( Info Jatim, Esha )