News Room, Senin ( 01/10 ) Sebanyak 40 orang Pegawai Negeri Sipil (PNS) Eselon IV lulusan dari Pendidikan dan Pelatihan Pimpinan (Diklatpim) Tingkat IV Angkatan 240 Kabupaten Sumenep tahun 2012 di diharapkan menjadi pribadi-pribadi yang berintegritas tinggi, loyal dan bertangung jawab. Hal tersebut ditegaskan Wakil Bupati Sumenep, H. Soengkono Sidik, S.Sos, M.Si saat menutup Diklatpim di Aula Sarana Kegiatan Diklat BKPP Kabupaten Sumenep, Senin (01/10). Kabupaten Sumenep dengan berbagai masalahnya, bukan hanya butuh aparatur yang pintar, tapi lebih utama aparatur yang memiliki loyalitas tinggi. Loyalitas disini bukan dalam arti membabi buta, tapi bisa menterjemahkan kemauan dan cita-cita pimpinan. “Itulah yang harus dikuatkan, sebab, saat ini kita mengalami krisis loyalitas, dimana para aparatur hanya memenuhi keinginannya sendiri, tanpa mau tahu dengan harapan pimpinan,”ujarnya. Disamping itu hasil Diklatpim harus diimplementasikan di SKPD masing-masing. jangan merasa sombong dengan apa yang telah dilakukan atau diraih. sebab, kesombongan adalah penyakit yang akan menghambat kinerja dalam mengabdi kepada bangsa dan negara. Diakhir sambutannya, Wabup mengutarakan hal unik hubungan antara PNS dengan "tangan". pertama, "jabat tangan". jika PNS saling bertemu biasanya jabat tangan yang menunjukkan upaya memperkuat persaudaraan. Kedua, "tanda tangan". maksudnya, membaca dulu apa yang ditanda tangani, karena setiap tanda tangan mengandung konsekuensi. Ketiga, "buah tangan". hati-hati menerima buah tangan, karena bisa berakibat fatal, terkait dengan aturan gratifikasi dalam kasus suap-menyuap. Keempat, "cuci tangan". jangan sampai PNS ketika menghadapi situasi yang rumit tidak mau bertanggung jawab dan memilih cuci tangan. kelima, "angkat tangan". PNS sebaiknya tidak menolak tugas dari atasan kecuali tugas itu melanggar aturan perundang-undangan. Keenam, "ringan tangan" sudah seharusnya PNS ringan tangan dalam bekerja. diberi tugas sesuai tupoksi oleh pimpinan harus langsung mengerjakan. ketujuh, yang paling celaka kalau PNS sudah tersangkut masalah dan tak mampu membela diri, akhirnya hanya mampu "sorong tangan" untuk diborgol. “kalau sudah begini, paling-paling kita hanya bisa "menengadahkan tangan" sambil menyeka air mata dengan "sapu tangan”.”pungkasnya. Sementara Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten Sumenep, R. Titik Suryati, SH, MH menjelaskan, dari sebanyak 40 peserta Diklatpim dinyatakan lulus 100 persen, dengan kategori lulus baik sekali 35 orang dan 5 orang dinyatakan lulus memuaskan. ( Ren, Esha )