Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 04-05-2009
  • 930 Kali

PDI-P Persoalkan Materi Soal UAS Di MAN Sumenep

News Room, Senin ( 04/05 ) Materi pelajaran Ujian Akhir Sekolah (UAS) yang dilangsungkan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Sumenep, pada Senin (04/05) pagi, menuai persoalan. Pasalnya, lembar soal pada nomor 30 untuk pelajaran sejarah, dinilai bernuansa politis dan menjelek-jelekkan sebuah pemerintahan era reformasi. Soal pilihan ganda itu, bertuliskan pada masa pemerintahan Megawati Soekarno Putri terjadi disintegrasi bangsa, yaitu Aceh dan Maluku, Aceh dan Madura, Ambon dan Medan, Kalimantan dan Bali, Sulawesi dan Medan. Akibatnya, kader Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan menuding, lembaga pendidikan Aliyah, sudah menodai pelajaran sejarah, dan terkesan menkait-kaitkan menjelang pelaksanaan Pemilu Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) Juli mendatang. Wakil Ketua Komisi VIII DPR-RI, MH. Said Abdullah, mengaku sangat menyesalkan dengan soal tersebut. Seharusnya pelajaran sejarah memberikan pemahaman yang baik bagi anak didik, bukan justru menjerumuskan. Apalagi, soal ini keluar dari lembaga Aliyah yang merupakan lembaga ‘Good And Good’ “Diduga soal ini dikait-kaitkan dengan Pilpres nanti. Sebab, Bangsa Indonesia sampai detik ini tetap utuh. Jadi, kami tekankan, tidak ada namanya dis integrasi bangsa,” tegas Said, ketika dihubungi melalui telephone genggamnya, Senin (04/05). Menurut wakil rakyat Daerah Pemilihan (dapil) Madura dari PDI-Perjuangan ini, bahwa dalam setiap pemerintah, terdapat konflik. Seperti pemerintahan Soeharto, terjadi konflik di Papua dan Aceh, kemudian di jaman pemerintah Gus Dur, juga terjadi konflik di Kalimantan Selatan. “Semuanya itu fakta. Tapi, toh KRI tetap utuh,” katanya menambahkan. Untuk itu, pihaknya bertekad dalam waktu dekat ini, bakal memanggil Menteri Agama, mempersoalkan materi UAS di tubuh Madrasah Aliyah. Sementara, Kepala MAN Sumenep, Moh. Bakri, mengaku, tidak mengetahui tentang soal tersebut. Sebab, soal itu dibuat oleh MAN se Madura. “Kami masih akan klarifikasi kepada Kepala MAN Sampang maupun Bangkalan,”terangnya menambahkan. Ia menjelaskan, biasanya setiap soal yang dicantumkan dalam materi UAS itu, ada silabus atau berpedoman pada buku. “Tidak mungkin mereka bikin soal tanpa ada pedomannya,”ujarnya. ( Nita, Esha )