Sumenep-Infokom News Room : Tingginya pelanggaran yang dilakukan pelanggan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Sumenep, baik daratan maupun kepulauan, membuat PDAM melakukan operasi terpadu. Direktur PDAM Sumenep, Drs. H. Didik Untung Samsidi, MM ketika di temui News Room di ruang kerjanya, Rabu (14/12) menuturkan, operasi terpadu itu dilakukan untuk mengecek secara langsung pelanggaran dari para pelanggan. Didik menerangkan, pelanggaran yang dilakukan pelanggan itu, yakni tidak membayar rekening air selama 2 bulan berturut-turut, sehingga terjadi penunggakan. Padahal, menurut H. Didik, dengan banyaknya tunggakan tersebut, akan berdampak buruk terhadap biaya operasional yang saat ini mengalami kenaikan, seiring dengan kenaikan BBM per 1 Oktober kemarin. H. Didik Untung mengungkapkan, apabila tunggakan tersebut, tidak segera diselesaikan oleh pelanggan, maka pihak PDAM tidak segan-segan akan memutuskan sementara aliran air bagi yang bersangkutan. Selanjutnya H. Didik mengaku, hal itu terpaksa dilakukan, demi kelancaran PDAM sendiri. Dan pemutusan aliran air itu, akan dilakukan mulai bulan depan. Karena itu, pihaknya berharap kepada para pelanggan, agar secepatnya menyelesaikan tunggakan tersebut. ( Nita,Esha )