Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 31-12-2009
  • 448 Kali

PCNU Sumenep Gelar Sholat Ghaib Atas Wafatnnya Gus Dur

News Room, Kamis ( 31/12 ) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Sumenep, mengelar sholat ghaib atas wafatnya Presiden Republik Indonesia ke 4, KH. Abdurahman Wahid, pada Kamis (31/12) sore, di Kantor PC-NU Kabupaten Sumenep. Bupati Sumenep, KH. Moh. Ramdlan Siraj SE, MM yang juga hadir dalam acara tersebut menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas wafatnya KH. Abdurahman Wahid. “Kita semua telah kehilangan salah seorang tokoh yang menjadi tauladan, baik sebagai seorang Kyai, maupun sebagai seorang negarawan,”tegasnya. Menurut KH. Moh. Ramdlan Siraj, meskipun banyak orang menganggap sosok KH. Abdurahman Wahid, (Gus Dur) merupakan tokoh kontroversi, namun dibalik tersebut dia adalah guru besar yang telah memberikan banyak kontribusi bagi negara ini. “Banyak orang yang tidak bisa memahami jalan pikiran beliau, sehingga dianggap kontroversi, padahal itu merupakan cara dia untuk mengapresiasikan apa yang diyakininya adalah sebuah kebenaran,”tegasnya. Saat disinggung tentang usulan untuk menjadikan Gus Dur sebagai Pahlawan Nasional, KH. Moh. Ramdlan Siraj menyatakan dirinya menyerahkan hal tersebut kepada pemerintah dan negara. “Namun tanpa itu semua, tidak akan pernah mengecilkan arti kedatangan beliau disisi Allah SWT,”tegasnya. ( Gun, Esha )