Media Center, Rabu ( 29/11 ) Abdul Kifli (60), salah seorang dari 2 orang petugas kebersihan yang
lebih dikenal dengan sebutan Pasukan Kuning di Kabupaten Sumenep, yang
mendapat hadiah umroh dari program Dinas Lingkungan Hidup (DLK) Sumenep,
sempat menolak mendapat hadiah umroh dengan alasan berat meninggalkan
ibunya yang sedang sakit.
“Andakan dibolehkan, hadiah bisa diganti
dengan uang, saya akan membagikan pada kawan-kawan yang setiap hari
bekerja dengan saya,”ungkapnya saat ditanya oleh Bupati Sumenep, Dr. KH.
A. Busyro Karim, M.Si, di aula DLH Kabupaten Sumenep,
setelah namanya disebut sebagai pemenang hadiah umroh, Rabu (29/11).
Menurutnya, dirinya tidak tega ketika harus meninggalkan orang tua
satu-satunya, setelah ditinggal ayahnya sejak 13 tahun lahu. Sebab,
keberadaan ibunya saat ini, tegas ayah dari 2 orang anak ini sudah tidak
bisa berdiri sendiri, karena usaianya sudah tua.
Namun, karena
sudah aturannya tetap harus umroh, dirinya akan memusyawarahkan terlebih
dahulu dengan istri dan anak-anaknya, termasuk juga ke 2 saudaranya
yang kebetulan sibuk, sehingga khawatir tidak bisa mengurusi ibunya.
“Sebenarnya saya sangat berat jika harus meninggalkan orang tua saya,
tapi nanti kami musyawarahkan dulu dengan saudara, istri dan anak-anak
saya dulu,”tandas pria yang tinggal di Desa Pabian Kecamatan Kota
Sumenep ini.
Sementara ditanya Media Center, terkait dengan
tugasnya sehari-hari sebagai Pasukan Kuning, Abdul Kifli, mengaku sudah
ditekuninya sejak tahun 2007 lalu, dan berusaha selalu dilaksanakan
tugasnya itu dengan penuh tanggung jawab. Bahkan, meskipun jam kerjanya
dimulai pukul 05.00 pagi hingga pukul 09.30 WIB, dirinya tidak akan
pulang sebelum semua sampah yang menjadi tanggung jawabnya benar-benar
sudah bersih.
Sedangkan rasa syukur karena diberi kesempatan
mendapat hadiah umroh, Halik (45), Pasukan Kuning yang merupakan warga
Desa Matana Air Kecamatan Manding ini mengaku sangat bersyukur dan
mengucapkan terima kasih atas hadiah istimewa yang diberikan. Meskipun
saat dipanggil namanya oleh Bupati Sumenep, Halik sedang dalam tugas
mengangkut sampah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Dan beberapa menit
kemudian, Halik datang menjumpai Bupati bersama Kepala DLH Sumenep, Ir.
H. Syahrial, MM.
“Alhamdulillah, saya tidak pernah menyangka akan
mendapat hadiah umroh dari pekerjaan saya ini,”tandasnya saat ditanya
kesanggupannya menerima hadiah umroh oleh Bupati. ( Ren, Esha )