Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 25-04-2013
  • 393 Kali

Pasokan Dikurangi, Kelangkaan Elpiji Makin Meluas

News Room, Kamis ( 25/04 ) Kelangkaan elpiji yang merupakan kebutuhan utama di dapur untuk memasak kian meluas. Kini, sejumlah konsumen di Sumenep mengeluhkan langkanya elpiji dalam dua pekan ini. Kalaupun ada, harganya melambung. “Elpiji kan kebutuhan utama di dapur untuk memasak. Saya sebagai konsumen ya jelas merasa keberatan dengan kondisi seperti ini. Mau masak, masih harus muter-muter cari elpiji,” kata salah satu konsumen elpiji, Uswatun Hasanah, Kamis (25/04). Menurut ibu rumah tangga ini, harga eceran tabung elpiji dalam dua pekan ini naik drastis. “Biasanya per tabung Rp. 13.000,00 atau paling mahal Rp. 13.500,00 Sekarang ini naik jadi Rp. 16.000,00. Otomatis anggaran rumah tangga juga membengkak," ungkapnya. Sementara agen elpiji di Jalan Barito Sumenep, Yanto, menjelaskan, kelangkaan elpiji akibat kiriman dari Pertamina dikurangi hingga 50 persen. “Kalau dulu per hari saya dapat kiriman 150 sampai 200 tabung, sekarang cuma 100 tabung. Paling banyak 150 tabung. Tidak cukup lah memenuhi kebutuhan konsumen. Barang dikurangi sedangkan konsumen terus bertambah,” terangnya. Sedangkan soal harga, Yanto mengaku ada kenaikan dari Pertamina. Selebihnya karena hukum pasar, mengingat tingginya permintaan namun stok minim. “Sangat wajar kalau harga elpiji 3 kilogram di eceran naik sampai Rp. 16.000,00. Ini hukum pasar, kalau barang langka tapi kebutuhan tetap, otomatis harga dinaikkan. Saya aja (agen, red) lepas harga Rp. 13.500,00 per tabung,” pungkasnya. ( Nita, Fery )