News Room, Kamis ( 26/02 ) Luka melintang diperut sepanjang 10 centimeter dan bekas jahitan di kemaluannya, yang dialami pasien dokter gadungan, yakni Sunabariyah (35), warga Dusun Gunung Togel, Desa Basoka, Kecamatan Rubaru, terus membusuk dan kondisinya semakin kritis, karena mengalami infeksi berat. Bahkan, Tim Dokter RSD Dr. H. Moh. Anwar Kabupaten Sumenep membutuhkan alat lebih canggih, sehingga, pasien direncanakan akan dirujuk ke RSU Dr. Soetomo Surabaya. Direktur RSD Dr. H. Moh. Anwar Kabupaten Sumenep, dr. H. Dzulkifli Mahmudz, M.Si mengatakan, hasil analisa Tim Dokter, pasien memang memerlukan penanganan medis yang lebih intensif dan harus ditangani dokter sub spesialis. “Luka pasien memang harus ditangani secara khusus. Tapi, akan diusahakan dirawat di RSD Sumenep, kalau dirasa tidak mampu, baru akan dirujuk ke RSU Dr. Soetomo Surabaya,â€Âkata dr. H. Kifli pada wartawan usai mengikuti Sidang Paripurna di Gedung DPRD Sumenep, Jalan Trunojoyo, Kamis (26/02). Sejak pasien dirawat di RSD Sumenep ini, kata dr. Kifli, Tim Dokter yang menanganinya merupakan tim khusus, terdiri dari dokter bedah, kandungan dan patologi klinik. Sementara, paman korban, Moh. Jufri, warga Dusun Gunung Togel, Desa Basoka, Kecamatan Rubaru, mendesak petugas kepolisian untuk segera meringkus dokter gadungan tersebut. “Kondisi pasien makin parah. Jadi, saya hanya merasa puas kalau dokter gadungan itu diringkus,â€Âkatanya. Dokter gadungan yang nekat mengoperasi Sunabariyah adalah Parto (45), warga Desa Lenteng Barat, Kecamatan Lenteng yang mengaku mantan dokter Rumah Sakit Umum (RSU) Kabupaten Pamekasan. Dia kini tengah diburu polisi akibat perbuatannya. ( Nita, Esha )