Sumenep-Kominfo News Room : Masih tingginya volume curah hujan, ternyata terus mempengaruhi penderita Demam Berdarah Dangue (DBD) di wilayah Sumenep. Sesuai dengan data yang ada, hingga saat ini tertanggal 19 April 2007, jumlah penderita DBD mencapai 441 orang, yang tersebar di 121 Desa dan 22 kecamatan. Demikian diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumenep, dr. E. Shinta Oetomo, melalui Kepala Bidang Pemberantasan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan, dr. Syamsu Hadi Widjojo. dr. Syamsu menuturkan, dengan tingginya jumlah penderita DBD itu, maka pihaknya terus menggencarkan Fogging atau pengasapan di daerah yang dianggap rawan bersarangnya nyamuk Aedes Aegypti. dr. Syamsu menerangkan, sebetulnya dalam kurun waktu satu minggu terakhir ini, penderita DBD nampaknya mulai menunjukkan penurunan, namun hal itu tidak membuat Dinas Kesehatan bernafas lega, karena penurunan penderita itu hanya berkisar 2 hingga 4 orang. Karena itu, pihaknya tetap waspada terhadap serangan nyamuk Aedes Aegypti, mengingat volume hujan belum menunjukkan penurunan, sehingga penderita DBD bisa saja terus mengalami peningkatan. dr. Syamsu menjelaskan, dengan kondisi semacam itu, maka status Kejadian Luar Biasa (KLB) bagi penderita DBD masih belum dicabut, karena jumlah penderita DBD belum menunjukkan penurunan yang signifikan. Lebih lanjut dr. Syamsu meminta kepada masyarakat Kabupaten Sumenep, agar selalu menjaga lingkungannya tetap bersih dan menggalakkan 3-M, yakni menutup, menguras dan mengubur sampah, untuk menghindari bersarangnya nyamuk DBD. Bahkan dr. Syamsu menandaskan, hal itu harus dilakukan, untuk mencegah bertambahnya jumlah penderita DBD yang meninggal dunia, karena berdasarkan data yang ada sudah 9 penderita yang meninggal dunia gara-gara terserang demam berdarah. ( Nita, Esha )