News Room, Rabu ( 23/01 ) Membludaknya pasien demam berdarah dengue (DBD) di RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep dalam beberapa minggu terakhir yang melebihi kapasitas sel di rumah sakit tersebut, tentu berdampak pada soal pelayanan yang kurang maksimal. Hal tersebut diakui Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar sumenep, dr. H. Fitril Akbar, M.Si kepada wartawan tadi siang, Rabu (23/01). Menurutnya, hampir tiap hari pasien di rumah sakit melebihi kapasitas, sehingga pasien terpaksa harus antri untuk mendapat pelayanan tempat maupun medis. “Bayangkan, jika setiap hari pasien hampir 2 kai lipat dari hari-hari normal, sehingga petugas kewalahan dalam memberikan pelayanan,”ujarnya. Misalnya saja, menurut dr. H. Fitril, jika 1 petugas maksimal melayani 10 pasein, namun kali ini harus melayani lebih banyak dengan tempat pelayanan yang terbatas. Bahkan, bade yang ada di gudang terpaksa dikeluarkan namun masih belum memadai. dr. H. Fitril juga mengaku terpaksa minta bantuan pinjaman bade ke Polres Sumenep, untuk melayani pasien yang memaksakan diri untuk dapat dilayani. Karena itu Fitril berharap dengan keterbatsan pelayanan yang darurat tersebut masyarakat bisa memaklumi jika ada service yang tidak memuaskan. Dijelaskan, pasien DBD di rumah sakit daerah tersebut mencapai 70-80 persen dari jumlah pasien umum lainnya, yang terdiri dari anak-anak dan orang dewasa. Dan asal pasien hampir menyeruruh dari sejumlah Kecamatan yang ada di Kabupaten Sumenep termasuk dari Kepulauan. “Kami tetap akan berusaha untuk melayani pasien sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat dengan semboyan 3-as, kerja keras, cerdas dan ikhlas,”pungkasnya. ( Ren, Esha )