Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 31-05-2008
  • 589 Kali

Pasien Askeskin Keluhkan Penebusan Darah Di PMI

News Room, Sabtu ( 31/05 ) Pasien Askeskin mengeluh terhadap sistem pelayanan yang diberlakukan PMI (Palang Merah Indonesia), dalam mendapatkan darah. Pasalnya, sebelum mengambil darah, pasien harus menitipkan dana terlebih dahulu, padahal, pasien Askeskin itu semestinya gratis dalam mendapatkan darah. Artinya, tidak perlu membayar dana tebusan darah di PMI. Salah seorang pasien Askeskin, Abdullah (30) mengaku sudah membayar kepada PMI sebesar Rp. 120.000,00 untuk mendapatkan darah satu kantong. Namun, dirinya mempertanyakan sikap PMI itu. “Katanya pasien Askeskin itu tidak dipungut biaya, kenapa justru membayar duluan, la wong darahnya belum ada. Kami ‘kan masyarakat miskin, kenapa masih dibebani biaya yang cukup besar hanya untuk memperoleh darah,” ujarnya. Sementara itu, Ketua Umum PMI Cabang Sumenep, Drs. H. Kurniadi Widjaja, M.Si membantah, jika biaya yang dibayar pasien Askeskin itu sebagai dana untuk menebus darah. Menurutnya, dana itu hanya sebagai titipan saja, sebab, saat ini PMI kehabisan dana untuk mencari pendonor darah. Tidak mungkin PMI menanggulangi pembiayaan darah bagi Askeskin. Sebab, PT. Askes sendiri masih mempunyai tunggakan dana pada tahun 2007 sebesar Rp. 240.000.000,00. “Jadi, kami terpaksa meminta titipan dana duluan kepada pasien Askeskin, untuk memperoleh darah,” terangnya. H. Kurniadi menjelaskan, sebenarnya dana titipan itu digunakan sebagai biaya pembelian kantong darah dan service cost, semacam alat untuk mendeteksi darah bagi pendonor, apakah terjangkit HIV/AIDS atau Hepatitis B. H. Kurniadi memastikan, apabila dana bagi Askeskin itu sudah turun, biaya yang dititipkan pada PMI, akan dikembalikan oleh PT. Askes. “Makanya kwitansi dari PMI jangan dihilangkan, sebab itu merupakan barang bukti untuk menerima dana pengembalian dari Askeskin, terkait titipan dana di PMI, untuk menebus darah sebelumnya,” kata H. Kurniadi. ( Nita, Esha )