Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 25-08-2021
  • 641 Kali

Pasca Workshop Kurikulum Darurat COVID-19, Tim Inovasi Lakukan Monitoring

Media Center, Rabu ( 25/08 ) Pasca dilaksanakannya Workshop Kurikulum Darurat di masa pandemi COVID-19 terhadap para kepala sekolah dan guru di sejumlah Sekolah Dasar (SD) khususnya di Kelompok Kerja (Pokja) Kecamatan Batuan beberapa waktu lalu, kembali dilakukan monitoring dan pendampingan Pokja ke sejumlah sekolah sasaran oleh Tim Program Inovasi dan dari Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep.

District Facilitator Program INOVASI Kabupaten Sumenep, Cahyadi Widi Wahyono mengungkapkan, workshop tentang kurikulum darurat di masa pandemi COVID-19 yang dilaksanakan pada bulan April lalu, kali ini baru bisa dilakukan monitoring dan pendampingan, karena baru dilakukan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di sejumlah sekolah sasaran.

“Kegiatan ini untuk melihat lebih lanjut bagaimana dukungan Kepala Sekolah menyikapi penerapan kurikulum darurat yang dilaksanakan di sekolah pasca workshop,” ungkap Yayak, panggilan akrab pria murah senyum ini di sela-sela kunjungannya di SDN Torbang 1 Kecamatan Batuan, Rabu (25/08/2021).

Di samping itu menurut Yayak bagaimana implementasi yang dilakukan guru dalam melaksanakan kurikulum darurat secara daring dan luring, serta bagaimana orang tua dalam mendampingi siswa terutama saat kegiatan daring.

“Jadi apa yang sudah dilakukan oleh guru dalam melaksanakan kurikulum darurat serta berbagai kesulitan yang dihadapi orang tua saat mendampingi anaknya dalam melaksanakan pembelajaran. Kami evaluasi untuk selanjutnya dijadikan masukan pelaksanaan program pembelajaran berikutnya,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala SDN Torbang 1, Hidayati, M.Pd, menjelaskan, selama dua tahun pembelajaran berjalan, baik secara daring maupun luring belum maksimal melaksanakan pembelajaran. Namun, bagaimanapun pihaknya tetap harus berupaya maksimal menerapkan pembelajaran, khususnya dalam penerapan kurikulum darurat yang sebelumnya sudah dilakukan dan semakin sinkron ketika dilakukan dengan program Inovasi sebagai mitra Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep dan setelah dilaksanakan workshop.

“Syukurlah kami sangat mendukung apa yang bisa diimplementasikan oleh guru dalam penerapan kurikulum darurat meskipun dengan keterbatasan, sehingga tidak bisa sepenuhnya dilaksanakan,” ungkapnya.

Dijelaskan, kendala kepemilikan gadget, sinyal hingga kuota internet menjadi persoalan tersendiri yang dihadapi para guru khususnya oleh orang tua siswa. Namun, pihaknya tetap berupaya menyediakan fasilitas wifi di sekolah dan bagi siwa yang tidak memiliki gawai dilakukan kunjungan door to door oleh guru selama Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), hingga juga bekerja sama dengan Pemerintah Desa setempat dengan memberikan izin siswa untuk menggunakan wifi di balai desa.

“Setelah PTM ini kami bisa lebih maksimal melaksanakan pembelajaran khususnya untuk penggunaan Literacy Cloud, sehingga siswa bisa menonton bareng melalui layar monitor di sekolah dan pembelajaran lebih efektif dan menyenangkan. Sedangkan untuk cetak modul misalnya belum bisa dilakukan sepenuhnya,” tambahnya. ( Ren, Fer )