Media Center, Rabu ( 20/12 ) Pasar hewan yang baru di Desa Pakandangan Sangra, Kecamatan Bluto, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, nampaknya kurang diminati para pedagang sapi.
Terbukti, pasca pemindahan pasar hewan dari Desa Bangkal, Kecamatan Kota Sumenep ke Desa Pakandangan Sangra, Kecamatan Bluto tahun 2016 itu hanya berisi kisaran 70 ekor sapi. Padahal saat di Bangkal, sapi yang dijual bisa mencapai 700 ekor sapi setiap hari pasaran.
“Sejak dipindah memang ada penurunan sapi yang dijual. Pada awal pindah, sapi yang dipasarkan bisa mencapai sekitar 400 ekor. Setelah beberapa bulan kemudian, bahkan hingga saat ini hanya sekitar 70 ekor sapi,”kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sumenep, Saiful Bahri, Rabu (20/12).
Pemindahan pasar hewan itu dilakukan oleh Dinas Peternakan (saat ini berubah menjadi Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan) dan pengelolaannya diserahkan kepada Disperindag. Pemindahan itu dimaksudkan mampu mendatangkan pedagang hewan dari Pamekasan. Namun, faktanya tidak demikian.
“Kemungkinan karena fasilitas yang belum terpenuhi secara keseluruhan. Makanya kami lakukan pembenahan tahun ini, guna mendongkrak kedatangan pedagang sapi pada tahun 2018,”ujarnya.
Selain itu, lokasi yang baru itu memang jauh. Sebab, para pedagang sapi berasal dari Kecamatan Dungkek, Batuputih, Gapura, Batang-batang, Manding, Talango, dan Pasongsongan.
“Harapan kami, setelah ada penambahan fasilitas, ditahun 2018 warga bisa beraktivitas secara ekonomi, utamanya jual beli hewan ternak di pasar terpadu tersebut,”pungkasnya. ( Nita, Esha )