News Room, Kamis ( 14/11 ) Tingkat partisipasi pemilih di Kabupaten Sumenep, pada Pemilu Gubernur/Wakil Gubernur (Pilgub) Jawa Timur kemarin, sangat rendah yang hanya mencapai 56,7 persen. Ketua KPU Sumenep, Toha Shamadi, ST, MM menjelaskan, anjloknya angka partisipasi pemilih saat Pilgub lalu disebabkan karena beberapa faktor. Diantaranya, karena cuaca buruk, sehingga berpengaruh terhadap kelancaran kerja Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) wilayah kepulauan. "Kebetulan saat hari "H" pencoblosan Pilgub Jatim, cuaca di perairan Sumenep sedang buruk, sehingga transportasi ke wilayah kepulauan sulit. Tidak ada satupun kapal yang berani berlayar, bahkan kami pun kesulitan untuk mengirimkan logistik pemilu, dan harus menggunakan helikopter,"katanya. Selain itu, cuaca buruk tidak sekedar mempengaruhi transportasi, tapi juga memutus komunikasi dengan PPK kepulauan. "Kami tidak bisa melakukan komunikasi dengan PPK kepulauan. Sinyal telepon saja tidak nyambung,"terangnya. Toha mengungkapkan, faktor lain yang ikut mempengaruhi rendahnya angka partisipasi pemilih dalam Pilgub, adalah banyaknya warga kepulauan yang bekerja di luar negeri sebagai TKI. "Di Kecamatan Arjasa (Pulau Kangean), ada ribuan warganya yang menjadi TKI di Malaysia. Mereka tertahan disana dan tidak bisa pulang untuk memberikan hak suaranya saat Pemilu,"ujarnya. Kedepan, lanjut Toha, KPU akan berupaya keras untuk mendongkrak angka partisipasi pemilih dalam Pemilu Legislatif (Pileg) 2014 mendatang. Ditargetkan partisipasi pemilih mencapai 70 persen. "Kami optimis target itu bisa tercapai, kalau penyelenggara Pemilu fokus dan gencar melakukan sosialisasi pada pemilih,"ungkapnya. ( Nita, Esha )