Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 27-09-2013
  • 537 Kali

Para Petani Lebih Mandiri Dengan Program SLPTT

News Room, Jumat ( 27/09 ) Dalam rangka peningkatan produksi pertanian, Kementerian Pertanian Republik Indonesia terus melaksanakan program Sekolah Lapang Pengengelolaan Tanaman Terpadu (SLPTT) yang sudah dilaksanakan sejak tahun 2008 lalu. Dan hingga saat ini masih efektif dilaksanakan oleh patani untuk bisa melaksanakan pertanian secara mandiri. Hal tersebut diungkapkan Kepala Bidang Produksi Pertanian Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Sumenep, Ir. Salaf Junaidi, kepada News Room, Jumat (27/09). Menurutnya, untuk tahun ini kegiatan SLPTT dilakukan untuk petani tanaman padi, jagung dan kedelai yang terbagi di sejumlah kelompok tani yang tersebar di Kabupaten Sumenep. “Sebab, disamping bisa belajar dan mengamati sendiri produksi pertaniannya, petani juga bisa menarik kesimpulan sendiri usaha pertanian yang dilakukan dengan pendampingan para penyuluh dilapangan,”ujarnya. Sementara itu, para kelompok tani yang melaksanakan SLPTT juga mendapat bantuan benih dan pupuk, serta biaya untuk pelaksanaan pertemuan-pertemuan dengan para anggota kelompok tani yang melaksanakan SLPTT. Dijelaskan, tahun 2013 ini, Sumenep mendapat alokasi dana dari APBD untuk komoditi padi hibrida sebanyak 4.000 hektar, padi non hibrida sebanyak 2.400 hektar, padi lahan kering, jagung kering dan jagung komposit masing-masing 1.000 hektar, serta untuk kedelai sebanyak 3.000 hektar. “Sedangkan masing-masing kelompok tani untuk tanaman padi sebanyak 25 hektar, padi jagung dan kedelai 10 hektar, dengan bantuan sesuai luas arealnya, yakni untuk padi 620 kilogram, jagung hibrida 375 kilogram, jagung komposit 625 kilogram dan kedelai 400 kilogram,”tambahnya. ( Ren, Esha )