Media Center, Kamis ( 28/06 ) Rendahnya
tingkat partisipasi pemilih pada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur
Jawa Timur 2018 di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, ditanggapi
serius oleh Panwaslu setempat.
Sebab, berdasarkan hasil evaluasi
Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Sumenep, tingkat kehadiran
pemilih ke TPS, diprediksi hanya 50 hingga 60 persen.
"Hasil
pemantauan kami, angka partisipasi pemilih pada kisaran 50 persen hingga
60 persen," kata Imam Syafi'i, Komisioner Panwaslu Sumenep, Kamis
(28/06).
Imam menuturkan, pemantauan yang dilakukan dengan cara
membentuk tiga tim untuk melakukan pemungutan suara secara acak di
sejumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) di 18 Kecamatan.
Rendahnya
partisipasi pemilih itu tidak hanya terjadi di beberapa Kecamatan. Di
berbagai TPS yang dicek langsung oleh komisioner Panwaslu Sumenep,
jumlah pemilih hingga pukul 12.00 WIB atau menjelang berakhirnya waktu
pencoblosan masih di bawah 50 persen.
“Angka partisipasi rendah.
Hampir ditutupnya waktu memilih (pukul 12.00 WIB) angka partisipasi
masih di bawah 50 persen,” tuturnya.
Dengan kondisi itu, harus diperhatikan secara khusus, utamanya bagi KPU sebagai penyelenggara pesta demokrasi lima tahunan itu.
"KPU wajib evaluasi rendahnya angka partisipasi di Pilgub Jatim kemarin,” tegasnya.
Masyarakat
Jawa Timur termasuk Sumenep telah menyelesaikan pemilihan Gubernur dan
Wakil Gubernur. Paslon (1) Khafifah Indar Parawansa - Emil Elistyanto
Dardak dan paslon (2) Syaifullah Yusuf - Puti Guntur Soekarno. Hasil
hitung cepat beberapa lembaga survei dimenangkan pasangan Khafifah Indar
Parawansa. ( Nita, Fer )