News Room, Senin ( 14/02 ) Harapan masyarakat Desa Badur untuk menjadikan daerah sekitar pantai menjadi salah satu obyek wisata di Sumenep, betul-betul menjadi harapan masyarakat dalam setiap musyawarah yang digelar di Desa hingga Kecamatan bahkan ketingkat Kabupaten. “Masyarakat selalu berharap impian itu akan menjadi kenyataan, meskipun setiap tahun selalu diusulkan dalam kegiatan seperti Musrenbangdes, dan Musrencabangcam,”ujar Kepala Desa Badur, Jamik ketika ditemui News Room disela-sela acara di Hotel Utami. Menurutnya, beberapa waktu lalu Pantai Badur dan Goa Badur di kunjungi pejabat dari Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olah Raga (Disbudparpora) Kabupaten Sumenep beserta penelii dan para wartawan televisi dan media cetak. Bahkan, dalam tayangan di televisi menurut Jamik cukup menakjupkan dibandingkan dengan pesona wisata pantai lainnya yang ada di Sumenep. apabila nantinya bisa terwujud, kemungkinan besar pantai Badur akan menjadi tempat wisata bahari yang asri , mempesona dan perawan. Disamping itu penelitian terhadap adanya Goa Badur, sudah dilakukan oleh orang Bali dan peneliti dari luar. Jamik berharap, goa yang sering menjadi perbincangan para tokoh masyarakat di Desa setempat maupun Desa-desa lain, khususnya di Kecamatan Batuputih, akan ada titik temu. Karena berdasarkan cerita rakyat, goa Badur memiliki sebuah legenda unik yang selama ini masih tersimpan rapat. Yakni sebuah legenda tentang batu yang berbentuk sapi dan manusia, tepatnya berada tidak jauh dari Goa Badur. Cerita rakyat yang berkembang itu akhirnya menjadi perbincangan di masyarakat, namun banyak yang mengartikan berbeda, ada yang mengatakan onggokan batu itu merupakan penunggu Goa Badur itu. “Sementara ada juga yang mengatakan itu merupakan jelmaan dari seorang pencuri dan sapi yang dibawanya sebagai kutukan dari yang punya alam ini,”pungkasnya. ( Ren, Esha )