Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 05-11-2004
  • 608 Kali

PANITIA PNS DEPAG KEWALAHAN HADAPI PESERTA

Sumenep-Infokom News Room : Akibat tidak tertibnya peserta CPNS Departemen Agama terpaksa pihak panitia memperpanjang sosialisasi tata cara pengisian biodata dan LJK, padahal sosialisasi itu dijadwalkan selesai dalam satu hari, ironisnya pelaksanaan selanjutnya dikhawatirkan tidak terlaksana, pasalnya sewa gedung di GNI hanya diperuntuhkan hari Jum’at saja, Kepala Kantor Departemen Agama Kabupaten Sumenep, Drs. H. Moh Mahmud mengakui, meski hasil penyaringan Pegawai Negeri Sipil Departeman Agama telah menetapkan 2.670 peserta yang berhak mengikuti test tulis 24 Nopember mendatang, namun disebabkan pengambilan formulir biodata dan lembar jawaban komputer di Gedung Nasional Indonesia, Jum’at (05/11), peserta sulit dikendalikan, sehingga peserta berebutan dan terpaksa pembagian formulir tersebut sebagian besar tidak diterima peserta. Untuk memenuhi kekurangannya itu, maka pihaknya akan mengambil ke Kanwil Depag Surabaya dan baru dapat diserahkan pada hari Sabtu. ”Sulitnya panitia mengatur antrian peserta, terpaksa ada peserta yang mendapat 2 formulir, padahal formulir itu sudah disesuaikan dengan jumlah peserta yang dinyatakan lulus administrasi”, tegasnya. Diakui pula, menyikapi membludaknya peserta dan tidak didukung oleh kapasitas gedung yang hanya mampu menampung sekitar 1000 orang, maka sebagai langkah antisipasi terhadap situasi yang sempat mengkhawatirkan panitia akibat sulitnya meraka diatur secara bergiliran mengambil formulir itu, maka langkah alternatif mencegah sesuatu hal yang tidak diinginkan, terpaksa pihaknya mendatangkan aparat keamanan dari Polres Sumenep, sehingga sosialisasi berjalan dengan lancar. ”Kami telah mengundang keamanan untuk menertibkan mereka, sebab kapasitas GNI tidak memenuhi syarat menampung 2.670 peserta”, ungkapnya. Sementara itu dari pantuan News Room ini dilapangan, ribuan peserta baik putra maupun putri tidak satupun mengindahkan himbuan panitia, agar mereka secara bergiliran memasuki gedung, buktinya dibawah terik matahari yang menyengat tubuh mereka, semakin membuat mereka nekad berdesak-desakan dan saling dorong agar secepatnya medapatkan formulir biodata dan lembar jawaban komputer, sehingga peristiwa itu hampir saja melahirkan pertikaian kecil sesama peserta test. ( Yasik, Esha )