News Room, Minggu (20/07) Proyek percontohan bibit padi lokal MSP (Mari Sejahterakan Petani), yang digagas anggota DPR RI MH. Said Abdullah, ternyata memberikan peluang untuk meningkatkan hasil tanamnya. Terbukti bibit MSP di Kecamatan Dasuk dan Ganding menuai sukses besar, karena dari 10 hektare lahan yang ditanami bibit padi jenis MSP I ini ternyata berhasil memanen padi sebesar 110 hektare. Karena itu, Minggu pagi (20/07), politisi PDI Perjuangan ini secara simbolis memanen padi MSP I di Desa Dasuk Barat Kecamatan Dasuk dan Desa Karay Kecamatan Ganding. Said mengaku kaget terhadap hasil bibit tersebut sebab, untuk musim tanam musim ketiga dia memprediksi per hektare bisa memanen padi sekitar 8 ton gabah kering. “Tapi hasil panen sekarang ternyata diluar dugaan, petani bisa panen per hektare 11 ton,†terangnya. Bibit MSP yang juga merupakan akronim dari Megawati Soekarno Putri ini ditanam Said pada tanggal 18 Maret 2008 lalu. Sesuai perencanaan, selama 100 hari bibit itu akan membuahkan hasil. Dan ternyata benar. â€ÂKita akan berikan hasil panen padi ini kepada masyarakat,†ujarnya. Dengan suksesnya bibit percontohan itu, Said berharap, Madura bisa swasembada beras. â€ÂIni merupakan bibit lokal, untuk apa kita import varitas hibrida. Kita ternyata bisa memanen 11 ton per hektare hanya dengan 8 kg bibit per hektare,†tegasnya. Sehingga pihaknya berencana akan mengembangkan kepada seluruh petani di Madura. Rencananya, pada musim tanam pertama bulan Desember 2008 nanti, Said akan membagikan 2 ton benih MSP I untuk empat kabupaten. “Jadi kita sepakat per kabupaten di Madura akan dibantu bibit masing-masing untuk 200 hektare,†tegasnya. Said menjelaskan, bibit itu akan diberikan secara gratis kepada masyarakat. Itu sesuai komitmennya untuk mensejahterakan petani. “Benih MSP ini, merupakan bukti bahwa PDI Perjuangan tak hanya bicara dalam memperjuangkan petani,†paparnya.(Nita)