Media Center, Selasa ( 21/03 ) Panen kedua padi di Sumenep bulan ini hampir dipastikan banyak yang tidak sukses alias gagal. Pasalnya, banyak gabah hasil panenan yang berupa gabah kosong. Fenomena ini biasanya disebut para petani dengan istilah tona.
“Ya, memang panen kedua ini banyak yang gagal. Saya dalam satu lahan hanya mendapat satu kantong beras,”kata Wardi, salah satu petani di Kecamatan Rubaru, pada Media Center, Selasa (21/03).
Mengenai penyebab kegagalan panen kali ini disebut Wardi ada beberapa faktor. Seperti cuaca yang kerap terjadi puting beliung. Disamping juga faktor perawatan tanaman. “Ya, ada juga yang karena kurang pupuk,”tambahnya.
Mengenai fenomena yang disebut tona, menurut salah satu petani di Kecamatan Manding, Lamri, merupakan fenomena alam. Jadi, sudah masuk dalam ranah nasib.
“Kalau proses perawatan tanaman hingga panen, semua petani pasti sudah berusaha yang terbaik. Tapi ada salah satu petani di sini yang hanya mendapat dua atau tiga kantong beras untuk beberapa lahan,”katanya.
Sebelumnya hasil panen pertama padi tahun ini lumayan sukses. Musim hujan di masa tanam menjadi faktor yang cukup mendukung bagi para petani. ( M Farhan, Esha )