Sms Pengaduan :
news_img
  • ADMIN
  • 25-08-2021
  • 588 Kali

Pandemi COVID-19, Siswa SDN Batuan Tetap Semangat Laksanakan Kurikulum Darurat

Media Center, Rabu ( 25/08 ) Kegiatan pembelajaran pasca dilaksanakannya Workshop Kurikulum Darurat di masa pandemi COVID-19, khususnya yang dilakukan di SDN Batuan Kabupaten Sumenep berdampak lebih memberikan semangat bagi siswa atas upaya yang dilakukan oleh para guru.

Kepala SDN Batuan, R. Ahmad Asyari, S.Ag, mengungkapkan, sebelumnya para guru kesulitan dalam kegiatan pembelajaran saat pandemi COVID-19, karena harus melaksanakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Namun, hal tersebut mendapat solusi melalui program Inovasi yang dilaksanakan setelah sejumlah guru mengikuti workshop.

“Kami sangat mendukung pelaksanaan kurikulum darurat dengan melaksanakan pembelajaran daring maupun luring, sehingga siswa tetap semangat mengikuti kegiatan belajar,” ungkap Kepala Sekolah SDN Batuan ini saat dilakukan monitoring dan pendampingan Pokja oleh Tim Program Inovasi dan Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, Rabu (25/08/2021).

Menurutnya, para guru bisa melaksanakan pembelajaran dengan menggunakan modul yang diperoleh selama workshop. Di samping lebih menarik juga banyak memberikan edukasi baru terhadap siswa.

Karena itu, pihaknya mensupport dari sisi anggaran seperti untuk pengadaan printer dan kertas guna mendukung pembelajaran. Bahkan, tidak segan-segan printer dibawa ke rumah guru saat diperlukan baik bagi siswa maupun para orang tua karena kondisi pandemi.

Sementara Guru Kelas 4, Muhammad Nur, S.Pd, terkait implementasi pelaksanaan pembelajaran pasca melaksanakan workshop kurikulum darurat bulan April-Mei lalu, pihaknya langsung melaksanakan di kelas. Namun, sehubungan masa PPKM dalam melaksanakan PJJ, untuk menjangkau siswa yang tidak memiliki gawai tetap dilakukan kunjungan ke rumah siswa, karena tidak semua siswa bisa mengakses pembelajaran dengan baik menggunakan gawai.

“Sebab, tidak semua siswa dan orang tuanya memiliki gawai, sehingga siswa tersebut diberikan toleransi tugas yang dikirim melalui WhatsApp Group (WAG) untuk dibukukan dan di hari terakhir dikumpulkan,” jelasnya.

Pihaknya bersyukur untuk kelas 4 ada orang tua yang menjadi koordinator setiap kegiatan yang menggunakan gawai, sehingga mengetahui tugas yang diberikan dan membantu dipecahkan bersama. Jadi bagi yang tidak memiliki gawai bisa terbantu dengan kepedulian dari orang tua siswa tersebut.

Selain disediakan hotspot bagi siswa dan orang tua yang ingin menggunakan gawai. Pada waktu-waktu tertentu juga disediakan infocus seperti ketika pembelajaran Literacy Cloud, dan siswa semakin semangat dengan kemajuan teknologi yang disediakan sekolah.

Hal tersebut juga diakui salah seorang wali murid, Siti Asiyah, jika banyak keterbatasan yang dialami para siswa dan orang tua di desanya. Di samping keterbatasan pendidikan orang tua juga belum tersedianya fasilitas untuk menunjang kebutuhan putra-putrinya. Sehingga, dirinya dengan sukarela membantu ketika ada tugas untuk dikumpulkan di rumahnya dengan gadget yang dimiliki.

“Syukurlah, meskipun sedikit sibuk bisa membantu siswa dan orang tuanya untuk bisa menerima pembelajaran meskipun di masa pandemi, bersyukur sekarang sudah bisa PTM tentu mengurangi kesulitan kami para orang tua,” tambahnya. ( Ren, Fer )