News Room, Selasa ( 11/11) Masih dalam serangkaian meramaikan Hari Jadi Kabupaten Sumenep ke 739, para pecinta Pusaka Sumenep menggelar pameran Pusaka selama 4 hari, dari tanggal 11 hingga 14 Nopember 2008, di Gedung Nasional Indonesia (GNI) Sumenep. Menurut ketua Panitia Pameran Pusaka, Djoko Soengkono kepada wartawan mengungkapkan, pameran pusaka memang tidak bisa dipisahkan dengan peringatan Hari Jadi Kabupaten Sumenep. Sebab, pusaka merupakan peninggalan nenek moyang yang memang dikenal ampuh dipergunakan oleh para kesatria tempo dulu ketika melawan penjajah. “Kita bisa melihat pusaka keris misalnya, dalam pembuatannya tidaklah asal jadi. Yakni melakukan tirakat terlebih dahulu dan dalam pembuatannya juga memiliki waktu yang ditentukan, misalnya selama 41 hari 41 malam,â€Âujar Soengkono. Terbukti, sepanjang sejarah pusaka keris yang dimiliki oleh ortang-orang terdahulu tetap ada hingga sekarang dan dipercaya miliki aura, diyakini juga membawa karomah bagi si pemilik pusaka tersebut. Disamping itu menurut Soengkono, dalam perkembangannya, dimana dunia teknologi saat ini yang semakin canggih, ternyata juga banyak negara luar, seperti Inggris, Belanda, Jerman dan sebagainya yang melakukan analisis terhadap benda-benda pusaka ini. Ternyata dalam penelitian yang dilakukan mereka memang banyak ditemukan berbagai bahan yang terkandung didalam pusaka tersebut, yang tidak hanya berbahan besi, baja, mikel, petanium, pelengkap cet dan sebagainya, namun juga ada pamor meteor keraton yang bisa diketahui sejarah adanya pusaka tersebut. Sementara itu peserta pameran pusaka terdiri dari beberapa organisasi pecinta pusaka, kolektor benda-benda lama serta peserta dari daerah lain yang memiliki pusaka situs sejarah dan sebagainya. Dengan pameran pusaka tersebut menurut Soengkono diharapkan generasi penerus tetap mempertahankan nilai sejarah dan budaya untuk menyingkap aura pusaka yang dimiliki nenek moyang, karena generasi yang akan datang juga akan bertanya tentang sejarah pusaka itu. ( Ren, Esha )