Sumenep Kominfo News Room : Untuk program PAM-DKB (Program Aksi Mengatasi Dampak Kenaikan BBM) Pemerintah Propinsi Jawa Timur menyediakan dana sebesar Rp. 10,15 milyar untuk 123 Desa, sedangkan dana pendamping dari Pemerintah Kabupaten Sumenep sebesar 50 prosen dari dana Propinsi. Namun untuk sementara melalui APBD 2006, Pemerintah Daerah menyediakan dana sebesar Rp. 2,7 milyar untuk 35 Desa dan sisanya akan dicairkan melalui PAK tahun ini yang dikhususkan 32 Desa. Demikian ditegaskan Bupati Sumenep, KH. Moh. Ramdlan Siraj, SE, MM pada acara sosialisasi PAM-DKB di Pendopo Kabupaten, Senin pagi (17/07). Bupati mengingatkan, dalam pelaksanaannya nanti, semua pihak yang terlibat dalam melaksanakan program PAM DKB ini memiliki komitmen yang tegas, bahkan pelaksanaannya harus sesusai dengan konsep dan ketentuan yang ada. Apalagi menurut Bupati, program PAM DKB ini merupakan program pemerintah mengatasi kenaikan BBM untuk menyelamatkan krisis sosial ekonomi keluarga miskin, usaha mikro kecil dan menegah dan menciptakan lapangan kerja bagi keluarga miskin dalam meningkatkan pendapatan keluarga miskin, agar bisa bertahan dalam menghadapi kesulitan ekonomi. Ditempat yang sama Ketua PAM-DKB Jawa Timur, Ir. Mulyadi menambahkan, angka kemiskinan di Jawa Timur akhir-akhir ini meningkat, terbukti dengan kenaikan BBM sejak bulan Maret dan Oktober 2005 lalu, berdasarkan data BPS Jawa Timur, angka penduduk miskin mencapai 3.311.903 KK, dan jika diasumsikan, setiap keluarga miskin terdiri dari 5 jiwa, jumlah penduduk miskin di Jawa Timur sebanyak 16.559.000 jiwa. Sementara itu dana PAM-DKB Propinsi Jawa Timur sebesar Rp.10,15 milyar, dan masing-masing Desa akan mendapat kucuran dana senilai Rp.100 juta, sedangkan dana PAM-DKB Pemerintah Daerah sebesar Rp. 2,7 milyar dan untuk masing-masing Desa memperoleh dana sebesar Rp. 70 juta. ( Yasik, Esha )