News Room, Kamis ( 27/06 ) Dulu, orang-orang menganggap bahwa orang yang sering ke warnet adalah orang pintar, tahu masalah teknologi, khususnya internet. Karena bisa mencari apapun dari internet (warnet) tinggal ketik apa yang dicari sudah ketemu, mulai dari tugas sekolah, kantor, ibu-ibu rumah tangga, dan lain-lain. Bisa chating dengan orang di luar kota, bahkan di luar negeri tanpa biaya (pulsa), bisa download film atau lagu gratis hanya biaya sewa warnet (lebih murah dari pada beli di toko). Jadi, warnet mempermudah masyarakat kecil, menengah dan bahkan masyarakat kota. Bahkan segelintiran (masyarakat awam) menganggap sungguh mulia orang yang menyediakan jasa warnet karena sangat menunjang kegiatan belajar dan kemajuan anak sekolah khususnya. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Komunikasi Dan Informatika Kabupaten Sumenep, Drs. H. Yayak Nurwahyudi, M.Si pada acara Pembentukan Paguyuban Pengusaha Warnet se Kabupaten Sumenep yang berlangsung di Aulah Dinas setempat, Kamis (27/06). Maksud dan tujuan dibentuknya Paguyuban ini, yakni untuk menyetarakan standarisasi tarif dan keamanan user (client), serta untuk mencegah terjadinya kembali kejadian-kejadian yang beberapa waktu lalu telah memakan korban. Sedangkan untuk masalah tarif dasar warnet (billing) yakni sebesar Rp. 1.000,00 per 20 menit dengan akumulasi sebesar Rp. 3.000,00 per-jam. Tarif ini berlaku di jam efektif, yakni pukul 09.00 WIB hingga pukul 21.00 WIB. Ketua Paguyuban terpilih, Faisal Ady Firmansyah selaku pemilik warnet “CIRCO” mengatakan, perkembangan teknologi memudahkan kita untuk belajar, bekerja, dan berinteraksi dengan orang lain yang jauh, tapi juga memudahkan kita melakukan maksiat secara halus yang mungkin tidak kita sadari. Tapi kalau tak mengenal teknologi kita akan tertinggal dan bahkan bisa-bisa dijajah oleh mereka yang pintar teknologi. Sementara Kepala Bidang Telokomunikasi Dinas Kominfo Sumenep, Drs. Fauzil Yakin, M.Si berharap, warnet itu sebaiknya tidaklah terlalu tertutup, apalagi bilik per komputer diberi pintu itu sangat berbahaya, atau bahkan sangat memberi kesempatan bagi muda-mudi yang masuk berdua untuk melakukan hal yang tidak baik. Susah memang kalau mengembalikan manfaat warnet seperti dulu, yaitu warnet adalah tempat belajar atau perpustakaan online. Karena kemajuan zamanlah yang menuntut kita untuk berkembang. Apakah lebih baik tidak mengenal teknologi saja, supaya tidak terjerumus begituan? bukan begitu maksudnya, mengenal teknologi harus tapi kita ambil positifnya saja. Acara tersebut diikuti oleh seluruh pengusaha warnet se Kabupaten Sumenep. ( Y2K, Fery )