News Room, Rabu ( 21/05 ) Pelaksanaan Pagelaran Seni Budaya Sumenep yang digagas Forum Komunikasi Seni (FKS) Sumenep selama dua hari di Gedung Kesenian RRI Sumenep berlangsung sukses, meski tidak semua pelaku seni utamanya para pengurus Dewan Kesenian Sumenep (DKS) hadir dalam kegiatan tersebut. Menurut Ketua FKS, Drs. H. Ach. Halili mengungkapkan, jika digelarnya seni budaya Sumenep itu semata-mata untuk merespon komunitas para seniman di Sumenep yang merindukan pementasan kesenian secara bareng dari berbagai komunitas seni yang ada. Yang hampir dikatakan tidak pernah ada atau hanya berjalan sendiri-sendiri. Terbukti, ketika diselengarakan pagelaran seni ini, respon masyarakat maupun kalangan seniman sendiri sangat bagus dan maksimal. Ditanya mengenai pelaksanaan pagelaran seni tersebut tidak diketahui oleh kalangan pengurus Dewan Kesenian Sumenep. Menurut H. Halili pihaknya sebelumnya juga sudah melakukan koordinasi dengan mereka, namun hingga pelaksanaan kegiatan itu mereka tidak hadir. Tapi yang jelas, tegas H. Halili, pihaknya hanya menghantarkan para seniman di Sumenep, apa keinginan dan harapan mereka nantinya itu bisa terungkap dalam Musyawarah Budaya saat itu. Jika nantinya mereka kemudian membentuk kepengurusan Dewan Kesenian Sumenep baru itu bukan inisiatif FKS, tapi itu merupakan inisiatif para seniman sendiri. Yang jelas, kata H. Halili, FKS hanya menghartarkan setelah selesai mereka menggelar kesenian dan bermusyawarah, FKS akan bubar dengan sendirinya. Salah seorang pemerhati sejarah dan budaya Sumenep, Tadjul Arifin. R, mengungkapkan, jika pagelaran yang dilaksanakan FKS cukup sukses dan bagus. Baik dilihat dari segi penampilan maupun kreatifitas para pelaku seni dan budaya di Sumenep. Karena itu pihaknya berharap pemerintah Kabupaten Sumenep akan lebih memperhatikan para seniman Sumenep, agar mereka lebih giat berkreasi. Sebab kesenian merupakan aset negara yang perlu dilestarikan dan diselamatkan. Untuk diketahui, pagelaran seni Budaya Sumenep yang digelar FKS itu dilaksanakan selama dua hari, sejak Senin hingga Selasa (19-20/05). Beberapa kegiatan yang dilakukan yakni seni Ul-Daul (tong-tong), Musikalisasi Puisi, Seni Topeng, Ludruk, musik religi, musik kontemporer, pameran lukisan dan diakhiri dengan pelaksanaan musyawarah budaya. Dijelaskan Sekretaris FKS, Agus Suharjoko, Pagelaran Kesenian Sumenep ini diikuti sebanyak 40 komunitas teater, 17 musik etnik, puisi, dan seni rupa, serta 84 peserta musyawarah budaya dari komunitas budayawan dan undalangan pemerhati budaya Sumenep. ( Ren, Esha )