News Room, Sabtu ( 17/07 ) Dalam menjalankan usaha, para pengusaha besi tua sangat penting untuk memiliki wadah organisasi atau apapun namanya, sebagai sarana untuk saling bersilaturrahmi dan upaya kerjasama yang saling menguntungkan, serta sebagai bentuk kekuatan untuk mengantisipasi persoalan yang biasa dihadapi oleh kalangan pengusaha besi tua selama ini, sehingga tidak terjadi persaingan yang tidak sehat maupun saling menjatuhkan satu sama lainnya. Hal tersebut diungkapkan KH. Khairul Amin, SH dihadapan para pegusaha besi tua dalam acara silaturrahmi bersama para pengusaha besi tua yang tergabung Persatuan Pengusaha Besi Tua Madura (P2BTM) disalah satu rumah makan di Sumenep tadi siang, Sabtu (17/07). Menurut vokalis yang juga anggota DPRD Sumenep ini, dirinya sangat bersyukur dengan kesadaran para pengusaha besi tua Kabupaten Sumenep yang mengawali organisasi pengusaha di Madura. "Kami berharap nantinya juga diikuti dan dilakukan oleh para pengusaha besi tua di 3 Kabupaten lainnya di Madura untuk bergabung dalam satu wadah organisasi, sehingga mereka juga memiliki wadah yang dapat menyalurkan aspirasi dan pemecahan berbagai masalah yang banyak dihadapi dilapangan,"ujar Khairul yang juga sebagai penasehat P2BTM tersebut. Diharapkan, melalui wadah tersebut para pengusaha tidak hanya mementingkan keuntungan sendiri, namun bagaimana mereka bisa saling mengayomi. meskipun dalam hal kesuksesan, setiap pengusaha tidak mungkin sama, namun menjadi pengusaha yang sukses secara mandiri juga tetap bisa bekerjasama dan mengayomi kepada pengusaha lainnya untuk diajak kerjasama yang saling menguntungkan. disamping itu juga bisa memberikan kontribusi kepada masyarakat dalam hal kegiatan sosial, sehingga keberadaanya juga diterima dengan baik oleh masyarakat. Sementara Ketua P2BTN, H. Abdul Hamid mengungkapkan, dari sekitar 25 pengusaha besi tua di Kabupaten Sumenep sudah bergabung dalam P2BTN. dan diharapkan para pengusaha besi tua yang belum bergabung, nantinya akan bergabung, sehingga organisasi yang dipimpinnya tersebut dapat dukungan dari semua pihak dan mendapat pembinaan sebagaimana organisasi pengusaha lainya. "Terbentuknya wadah ini sebenarnya karena dilatar belakangi oleh berbagai persoalan yang banyak dihadapi rekan-rekan para pengusaha besi tua, yang terkadang harus berhadapan dengan aparat hukum. Misalnya, apabila ditemukan membeli barang rongsokan yang ternyata hasil curian, sementara pembeli tidak mengetahui jika barang tersebut merupakan barang curian,"ungkapnya. Atas kejadian seperti itu, kadang membuat pengusaha besi tua menjadi tersangka yang ujung-ujungnya akan merugikan kepada pengusaha. Bahkan, ketika harus dihadapkan pada persoalan anjloknya harga barang, jika kurang adanya persatuan akan sulit menghindari persaingan yang kurang sehat. Karena itu, kedepan pihaknya juga akan melakukan silaturrahmi dan berdialog dengan pihak terkait, sehingga akan lebih memberikan wawasan kepada para pengusaha yang selama ini masih berjalan sendiri-sendiri. ( Ren, Esha )